Wednesday, 01 July 2026
Finansial

Brantas Abipraya Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat di Bogor untuk Tingkatkan Akses Pendidikan

PT Brantas Abipraya (Persero) berkomitmen untuk mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Sipak, Kabupaten Bogor, yang ditargetkan selesai pada Juli 2026. Proyek ini merupakan bagian dari upaya p...

A
Adib Ahmad Rizaldi
30 June 2026 9 pembaca
Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah, melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. (Dok: Brantas Abipraya)
Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah, melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. (Dok: Brantas Abipraya)
suara.com Sumber: suara.com

PT Brantas Abipraya (Persero) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di Indonesia melalui percepatan pembangunan Sekolah Rakyat yang terletak di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Proyek strategis ini, yang ditugaskan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU), ditargetkan untuk mulai beroperasi pada Juli 2026, bersamaan dengan dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat adalah bentuk nyata dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan berkualitas, sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Proyek ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. Untuk memastikan kelancaran proyek, Brantas Abipraya menerapkan rencana konstruksi yang matang.

Fasilitas Pendidikan yang Modern

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat dan mendukung pemerataan akses pendidikan,” ujar Menteri Dody.

Proyek ini dibangun di atas lahan seluas 6,96 hektar dengan kontur perbukitan pada ketinggian sekitar 161 meter di atas permukaan laut (MDPL). Kawasan pendidikan terpadu ini dirancang untuk menampung hingga 1.080 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Kehadiran panorama pegunungan di sekitar lokasi memberikan suasana belajar yang nyaman dan mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat dan berkelanjutan.

Brantas Abipraya terus mempercepat penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bogor. BUMN konstruksi ini memastikan bahwa proyek berjalan sesuai dengan target, dengan tetap mengutamakan kualitas, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu. Meskipun menghadapi tantangan dari kondisi geografis yang kompleks, progres fisik pembangunan hingga 28 Juni 2026 telah mencapai 81,42 persen dan kini memasuki tahap penyelesaian akhir.

Komitmen Terhadap Kualitas dan Keselamatan

Berbagai fasilitas modern dibangun secara terintegrasi dalam satu kawasan, termasuk gedung sekolah untuk setiap jenjang pendidikan, asrama untuk siswa, asrama guru, gedung serbaguna, tempat ibadah, kantin, lapangan olahraga, ruang terbuka hijau, serta fasilitas pendukung lainnya yang dirancang untuk mendukung proses belajar mengajar secara optimal.

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, menekankan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat adalah kontribusi nyata perusahaan dalam menyediakan infrastruktur pendidikan yang berkualitas dan berdampak langsung bagi masyarakat. “Brantas Abipraya percaya bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga menjadi fondasi bagi lahirnya generasi unggul Indonesia. Melalui pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, kami terus menghadirkan fasilitas pendidikan yang berkualitas, aman, dan selesai tepat waktu agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat. Kami mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat sehingga proyek ini dapat berjalan sesuai target meskipun menghadapi tantangan kondisi medan yang cukup berat,” jelas Dian.

Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bogor memiliki tantangan tersendiri karena lokasi proyek sebelumnya merupakan kawasan hutan dengan kontur lahan yang cukup ekstrem. Sebelum konstruksi dimulai, tim proyek harus melakukan pematangan lahan dengan metode cut and fill selama kurang lebih dua bulan. Selain itu, tingginya intensitas hujan dan akses terbatas menuju lokasi juga menjadi tantangan dalam mobilisasi material dan pelaksanaan konstruksi. Brantas Abipraya menerapkan perencanaan konstruksi yang matang, penguatan koordinasi di lapangan, serta penerapan standar keselamatan dan mutu secara konsisten untuk memastikan pekerjaan berjalan optimal.

Saat ini, fokus pekerjaan adalah pada tahap finishing bangunan dan penguatan dinding penahan tanah untuk menjamin keamanan kawasan yang berada di area perbukitan. Proyek ini melibatkan sekitar 960 tenaga kerja serta dukungan dari 25 personel TNI-AD Teritorial Pembangunan, yang mencerminkan sinergi dalam mempercepat penyelesaian proyek strategis nasional ini.

“Ke depan, Brantas Abipraya akan terus menghadirkan karya-karya infrastruktur yang berkualitas, tepat mutu, tepat waktu, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan Indonesia yang semakin maju dan berdaya saing,” tutup Dian.

// Artikel Terkait