Wednesday, 10 June 2026
Kesehatan

BPOM RI Resmi Setujui 'Nutri Level', Fokus pada Pengawasan Minuman Manis

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) telah menyetujui penggunaan 'Nutri Level' untuk menandai minuman manis, guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan konsumsi gula berlebih.

R
Reza Mahendra
08 April 2026 22 pembaca
BPOM RI Resmi Setujui 'Nutri Level', Fokus pada Pengawasan Minuman Manis
Sumber gambar: health.detik.com

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) telah memberikan persetujuan resmi terhadap penerapan sistem penandaan 'Nutri Level' pada produk minuman manis. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kadar gula dalam minuman yang mereka konsumsi sehari-hari. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih produk yang aman dan sehat.

Program 'Nutri Level' dirancang sebagai respons terhadap peringatan akan dampak negatif dari konsumsi gula berlebih terhadap kesehatan. Menurut data BPOM, prevalensi obesitas dan penyakit terkait seperti diabetes di Indonesia terus meningkat. "Dengan adanya sistem penandaan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengenali kadar gula dalam minuman mereka," ujar Kepala BPOM RI, Penny Lukito. Sistem ini menyajikan informasi visual yang jelas, sehingga konsumen dapat membuat pilihan yang lebih baik.

Penggunaan 'Nutri Level' akan menampilkan warna dan simbol tertentu pada kemasan minuman, yang mencerminkan tingkat kandungan gula. Misalnya, minuman dengan kadar gula tinggi akan diberi tanda merah, sementara produk dengan gula rendah akan dilambangkan dengan warna hijau. Melalui penandaan ini, diharapkan konsumen dapat memahami dampak dari minuman yang mereka pilih terhadap kesehatan mereka, terutama dalam mencegah masalah kesehatan jangka panjang.

Lebih dari sekadar informasi, inisiatif ini juga diharapkan dapat mendorong produsen untuk mengurangi penggunaan gula dalam produk mereka. "Kami percaya bahwa dengan adanya pengawasan yang lebih ketat, produsen akan berupaya untuk memproduksi minuman yang lebih sehat," tambah Penny. Hal ini menunjukkan adanya sinergi antara kebijakan publik dan praktik industri dalam menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi kesehatan masyarakat.

Langkah ini juga menarik perhatian berbagai pihak, termasuk para ahli gizi dan masyarakat luas. Beberapa di antaranya menyambut positif keputusan BPOM. Seorang ahli gizi, dr. Maria, menegaskan pentingnya pengetahuan tentang kandungan gula dalam makanan dan minuman. "Dengan adanya informasi yang jelas, kita bisa mencegah penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat," ujarnya.

Selain itu, diharapkan dengan adanya 'Nutri Level', masyarakat menjadi lebih kritis dalam memilih minuman yang mereka konsumsi. Program ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendukung pola hidup sehat dan mengurangi angka penyakit tidak menular di Indonesia. Masyarakat diimbau untuk lebih proaktif dalam mencari informasi mengenai nutrisi, terutama dalam memilih minuman manis.

Keputusan BPOM untuk mengimplementasikan 'Nutri Level' merupakan langkah penting dalam menciptakan kesadaran yang lebih besar mengenai kesehatan di kalangan masyarakat. Dengan terus melakukan evaluasi dan pembaruan kebijakan, diharapkan Indonesia dapat mencapai target dalam mengurangi angka konsumsi gula berlebih. Selanjutnya, BPOM akan melakukan sosialisasi mengenai 'Nutri Level' kepada publik, agar informasi ini dapat diakses secara luas dan dipahami oleh masyarakat.

Tidak ada tag untuk artikel ini

// Artikel Terkait