Jakarta - Perubahan tren liburan di kalangan wisatawan global mulai terlihat, di mana banyak orang kini mencari pengalaman yang dapat meningkatkan kesehatan dan kebugaran, yang dikenal dengan istilah wellness tourism. Melihat peluang ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia berkolaborasi dengan Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, untuk mengembangkan jamu tradisional, kosmetik berbahan alami, serta wisata medis sebagai bagian dari pariwisata Indonesia yang baru.
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menyatakan bahwa wisatawan saat ini tidak hanya mencari destinasi yang menarik secara visual, tetapi juga pengalaman yang memberikan manfaat bagi kesehatan dan kualitas hidup. "Wisatawan kini tidak lagi hanya mencari destinasi yang indah, tetapi juga pengalaman yang memberikan manfaat bagi kesehatan, kebugaran, dan kualitas hidup," ujarnya setelah pertemuan di Jakarta.
Peluang dari Kekayaan Biodiversitas Indonesia
Menurut Taruna, Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas yang melimpah, yang mencakup tradisi mengonsumsi jamu, produk herbal yang bermanfaat, serta layanan spa yang menggunakan kosmetik berbahan alami. Namun, untuk menarik wisatawan, penting bagi pariwisata Indonesia untuk memiliki standar keamanan produk yang baik. BPOM berperan dalam memastikan bahwa produk pangan lokal, layanan spa, dan obat-obatan tradisional yang digunakan oleh wisatawan aman untuk dikonsumsi.
Selain itu, potensi ekonomi dari industri wellness tourism sangat besar. Diperkirakan, nilai ekonomi global dari sektor ini akan mencapai lebih dari US$1 triliun pada tahun 2026 dan diprediksi akan terus meningkat dalam satu dekade mendatang. Pertumbuhan sektor wisata medis juga menunjukkan perkembangan yang pesat, dengan banyak orang yang melakukan perjalanan antarnegara untuk mendapatkan layanan kesehatan berkualitas dengan biaya yang terjangkau.
Program dan Inisiatif untuk Mewujudkan Target
BPOM telah melaksanakan berbagai program yang berhasil di lapangan, seperti mendukung Desa Wisata Jamu Kiringan di Bantul dan Desa Wisata Wonolopo di Semarang, serta mengembangkan kawasan wisata herbal berbasis masyarakat di Sumba Timur. Selain itu, kuliner lokal di desa wisata juga ditingkatkan melalui Program Desa Pangan Aman untuk memastikan bebas dari zat berbahaya.
BPOM juga memberikan dukungan kepada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan, termasuk Bali International Hospital di KEK Sanur. Untuk mempermudah akses bagi wisatawan atau pasien, BPOM meluncurkan regulasi bernama Special Access Scheme (SAS) yang memungkinkan obat-obatan tertentu untuk masuk dengan cepat, namun tetap dalam pengawasan ketat demi keselamatan pasien. Taruna menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat wisata kesehatan kelas dunia di Asia. "Dengan dukungan pemerintah, pelaku usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pusat wellness tourism dan medical tourism di kawasan Asia," tegasnya.