Wednesday, 10 June 2026
Finansial

BPJS Kesehatan dan Persi Perkuat Kerja Sama untuk Keberlanjutan Program JKN Lima Tahun ke Depan

BPJS Kesehatan dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) memperkuat kolaborasi strategis untuk memastikan keberlanjutan Program JKN dalam menghadapi tantangan kesehatan di masa depan.

L
Lucas Fabian
02 May 2026 18 pembaca
BPJS Kesehatan dan Persi Perkuat Kerja Sama untuk Keberlanjutan Program JKN Lima Tahun ke Depan
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. (Dok: BPJS Kesehatan)
suara.com Sumber: suara.com

BPJS Kesehatan bersama dengan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) telah memperkuat kolaborasi strategis guna memastikan keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) selama lima tahun ke depan. Langkah ini diambil untuk mengatasi meningkatnya beban penyakit tidak menular dan biaya kesehatan yang terus melonjak, serta mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan sistem kesehatan nasional.


Dalam Seminar Persi 2026, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menekankan bahwa keberlanjutan Program JKN menjadi prioritas utama. Ia menyatakan bahwa tantangan seperti penuaan populasi, peningkatan penyakit kronis, dan inflasi biaya medis memerlukan strategi pengelolaan sistem kesehatan yang lebih adaptif dan kolaboratif. “Program JKN merupakan pilar penting dalam perlindungan sosial sekaligus penggerak pembangunan kesehatan nasional,” jelas Pujo. Ia juga menambahkan bahwa per 1 April 2026, cakupan kepesertaan Program JKN telah mencapai lebih dari 285 juta jiwa, atau lebih dari 98 persen dari total penduduk Indonesia.


BPJS Kesehatan telah menjalin kerja sama dengan 23.623 Puskesmas, klinik pratama, dan dokter praktik perorangan, serta 3.206 rumah sakit dan klinik utama. Namun, peningkatan akses layanan kesehatan juga membawa dampak pada beban pembiayaan, terutama untuk penyakit dengan biaya tinggi yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp50 triliun pada 2025. Hal ini menuntut perlunya penguatan kendali mutu dan biaya dalam ekosistem Program JKN.


Dalam konteks kerja sama dengan rumah sakit, BPJS Kesehatan mendorong pergeseran dari pendekatan berbasis volume ke pendekatan berbasis nilai atau value-based care, yang lebih fokus pada kualitas hasil pengobatan dan keselamatan pasien. Pujo menekankan pentingnya peran rumah sakit dalam memastikan setiap layanan memberikan hasil kesehatan yang optimal. Untuk mendukung transformasi ini, BPJS Kesehatan dan Persi berupaya memperkuat tata kelola klinis, kepatuhan terhadap jalur klinis, serta penerapan sistem pembayaran berbasis kinerja.


Selain itu, pemanfaatan teknologi seperti rekam medis digital dan pengelolaan klaim berbasis kecerdasan buatan (AI) dan machine learning terus dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi layanan. Pujo juga menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Persi diarahkan untuk memperluas akses layanan kesehatan, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui inovasi seperti fasilitas kesehatan bergerak dan telemedisin.


Pujo menegaskan bahwa keberhasilan Program JKN adalah hasil kerja sama semua pemangku kepentingan. Ia mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang terus mendukung keberlanjutan Program JKN, dan optimis bahwa dengan kolaborasi yang semakin kuat, Program JKN dapat menciptakan generasi sehat demi Indonesia Emas 2045.


// Artikel Terkait