Sunday, 16 August 2026
Kesehatan

BMKG: Fenomena Suhu Dingin Juga Terjadi di Bali dan Nusa Tenggara

Suhu dingin atau bediding yang dirasakan masyarakat tidak hanya terjadi di Pulau Jawa, tetapi juga di Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, menurut BMKG.

A
Aryani Sarasvati
30 July 2026 58 pembaca
Bromo (Foto: ANTARA FOTO /Irfan Sumanjaya)
Bromo (Foto: ANTARA FOTO /Irfan Sumanjaya)

Jakarta - Saat ini, fenomena suhu dingin yang dikenal sebagai bediding tidak hanya terjadi di Pulau Jawa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa daerah lain seperti Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) juga mengalami kondisi serupa.

Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa bediding adalah fenomena yang wajar terjadi selama musim kemarau. Diperkirakan, kondisi ini akan berlanjut hingga mencapai puncaknya pada Agustus-September 2026. "Fenomena suhu dingin atau bediding di Jawa saat ini merupakan hal yang normal pada musim kemarau. BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh, mengenakan pakaian hangat saat malam/pagi, serta menjaga asupan cairan. Kondisi ini diperkirakan masih berlangsung hingga puncak kemarau pada Agustus-September 2026 dan tidak hanya terjadi di Jawa, tetapi juga di Bali, NTB, dan NTT," ujar Guswanto saat dihubungi.

Data Suhu di Berbagai Wilayah

Berikut adalah data suhu di beberapa wilayah yang mengalami fenomena bediding:

  • Jawa Timur: Batu 12 derajat Celsius, Bromo 5,1 derajat Celsius
  • Jawa Tengah: Dieng -6 derajat Celsius (embun es), Wonosobo 14-17 derajat Celsius
  • Jawa Barat: Beberapa daerah pegunungan di bawah 15 derajat Celsius
  • Bali, NTB, NTT: Suhu lebih rendah pada malam hingga pagi hari

Penyebab dan Imbauan Kesehatan

Guswanto menambahkan bahwa fenomena bediding umumnya terjadi pada malam hingga pagi hari selama musim kemarau. Langit yang cerah dan sedikitnya tutupan awan memungkinkan panas dari permukaan bumi untuk lebih cepat hilang, sehingga suhu udara di malam hari menjadi lebih rendah. Selain itu, kondisi ini juga dipengaruhi oleh Monsun Australia yang membawa udara dingin dan kering dari selatan khatulistiwa. Suhu dingin ini lebih terasa di wilayah selatan Indonesia, terutama di daerah dataran tinggi.

Ia mengingatkan masyarakat di daerah yang mengalami bediding untuk tetap menjaga kesehatan dengan menggunakan pakaian hangat saat malam dan pagi hari serta memastikan kecukupan cairan tubuh. "Cukup cairan tubuh. Meski udara dingin, siang hari tetap terik sehingga tubuh mudah dehidrasi. Waspada penyakit pernapasan. Bediding dapat memicu flu, ISPA, dan gangguan kesehatan lain," tambahnya.

// Artikel Terkait