Wednesday, 10 June 2026
Finansial

--- BI dan ASEAN+3 Siaga Menghadapi Ancaman Krisis Ekonomi Global ---

--- Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN+3 bertemu di Uzbekistan untuk memperkuat kerja sama keuangan regional dalam menghadapi risiko ekonomi global yang kian nyata. ---

L
Lucas Fabian
07 May 2026 13 pembaca
---
BI dan ASEAN+3 Siaga Menghadapi Ancaman Krisis Ekonomi Global

---
Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta (tengah). [ANTARA FOTO/Fauzan/YU]
suara.com Sumber: suara.com
---TITLEEXCERPT--- Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN+3 bertemu di Uzbekistan untuk memperkuat kerja sama keuangan regional dalam menghadapi risiko ekonomi global yang kian nyata. ---CONTENT---

Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari negara-negara ASEAN+3 secara resmi menegaskan komitmen mereka dalam memperkuat kerja sama keuangan regional. Pertemuan ini berlangsung di Uzbekistan dalam rangkaian acara AFMGM+3 ke-29, yang bertujuan untuk merespons berbagai potensi risiko ekonomi global, terutama dampak dari konflik di Timur Tengah yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara, Jepang, Korea Selatan, dan China.


Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menekankan pentingnya sinergi kebijakan dalam menjaga ketahanan ekonomi kawasan. Dalam forum ini, mereka berhasil mengesahkan Updated Strategic Direction of the ASEAN+3 Finance Process, yang berfungsi sebagai panduan kolaborasi jangka menengah dan panjang agar seluruh anggota dapat lebih responsif terhadap dinamika ekonomi global yang semakin fluktuatif.


Salah satu fokus utama dalam pertemuan ini adalah peningkatan efektivitas Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM), yang berperan sebagai jaring pengaman keuangan regional. CMIM diharapkan dapat melengkapi Global Financial Safety Net (GFSN) dalam menghadapi krisis finansial secara mandiri di tingkat kawasan. Filianingsih Hendarta menyatakan, "Koordinasi yang erat antara kebijakan moneter dan fiskal menjadi kunci untuk menjaga ketahanan ekonomi kawasan. Dalam konteks ini, CMIM berperan strategis dalam pilar utama jaring pengaman keuangan."


Pertemuan ini juga mencatat sejarah dengan keikutsertaan perdana Timor-Leste dalam organisasi ASEAN. Selain itu, forum memberikan apresiasi kepada ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) yang telah berperan aktif sebagai penasihat kebijakan dalam menjaga stabilitas makroekonomi kawasan selama satu dekade terakhir.


Sebagai penutup, disepakati bahwa estafet kepemimpinan forum akan dilanjutkan oleh Singapura dan Korea Selatan yang akan bertindak sebagai Co-Chairs pada pertemuan ke-30 yang dijadwalkan pada tahun 2027 mendatang.

// Artikel Terkait