Bank Dunia telah mengeluarkan permintaan maaf kepada Purbaya Yudhi Sadewa, seorang ekonom terkemuka, setelah terjadi kesalahan dalam proyeksi ekonomi Indonesia yang mereka rilis. Permintaan maaf ini muncul setelah Purbaya mengungkapkan ketidakpuasan terhadap analisis yang dianggap tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
Kesalahan tersebut berfokus pada estimasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinilai terlalu optimis. Purbaya menyatakan bahwa proyeksi yang diberikan tidak sesuai dengan data dan analisis yang lebih mendalam mengenai situasi ekonomi di lapangan. Dalam konteks ini, Purbaya menjelaskan bahwa proyeksi yang akurat sangat penting untuk pengambilan keputusan yang tepat oleh pemerintah dan investor.
Sebagai langkah selanjutnya, Bank Dunia berkomitmen untuk memperbaiki metodologi proyeksi ekonomi mereka dan memastikan bahwa data yang digunakan lebih mendalam dan relevan. Permintaan maaf ini diharapkan dapat memperbaiki hubungan antara Bank Dunia dan para ekonom di Indonesia, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap analisis yang diberikan.