Wednesday, 01 July 2026
Finansial

Badan Gizi Nasional Lakukan Efisiensi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa Badan Gizi Nasional akan kembali melakukan efisiensi anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis, dengan Kemenkeu turut mengawasi pelaksanaannya...

P
Patrick Jonathan
26 June 2026 8 pembaca
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (26/6/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (26/6/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
suara.com Sumber: suara.com

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) akan melaksanakan efisiensi anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam upaya ini, Kemenkeu akan berkolaborasi dalam pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah guna mencegah kemungkinan penyelewengan dana.

Purbaya menyampaikan hal tersebut setelah mengadakan pertemuan dengan sejumlah pejabat BGN, termasuk Kepala BGN Nanik S Deyang, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari, dan Wakil Kepala BGN Mayjen Trenggono. "Kemarin saya ketemu kepala BGN. Sudah ke sini dia melaporkan bahwa akan ada penghematan lebih lanjut dari program BGN," ujarnya dalam sesi media di Kantor Kemenkeu, pada Jumat (26/6/2026).

Rincian Efisiensi Anggaran

Walaupun Purbaya tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai besaran efisiensi anggaran BGN, khususnya untuk program MBG, ia menegaskan bahwa informasi tersebut akan disampaikan langsung oleh pihak BGN. "Saya pikir cukup signifikan, tapi nanti biar kepala BGN yang mengumumkan," tambahnya.

Kerja Sama Pengawasan yang Diperkuat

Purbaya juga menyoroti tantangan yang dihadapi BGN dalam melakukan pengawasan terhadap SPPG, terutama di daerah. Untuk itu, ia memberikan izin kepada pegawai Kemenkeu untuk melakukan pengawasan secara berkala terhadap SPPG. BGN juga memberikan persetujuan untuk menutup SPPG jika ditemukan adanya penyelewengan.

"Jadi saya punya alat dan saya bisa kontrol ke anggarannya. Mereka juga setuju, 'kalau enggak benar boleh tutup saja Pak', kita diskusikan seperti itu. Jadi kerja sama dengan BGN sudah semakin baik," imbuhnya.

Lebih lanjut, Purbaya mengakui bahwa sebelumnya Kemenkeu mengalami kesulitan dalam berkoordinasi dengan BGN. Namun, ia optimis bahwa kerja sama ini akan semakin membaik di masa depan. "Kalau dulu kan saya masuk pada ribut tuh. Sekarang kan enggak. Jadi saya harapkan akan semakin bagus ke depan. SDM-nya juga kita bantu kalau perlu orang finansial, keuangan, Departemen Keuangan akan membantu. Harusnya ke depan akan lebih bagus," tegas Purbaya.

// Artikel Terkait