Menteri Perdagangan Budi Santoso telah meresmikan Asosiasi Pelaku Usaha Indonesia-Filipina (IPBA) di Cebu, Filipina, baru-baru ini. Acara tersebut berlangsung di tengah rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2026 dan bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Filipina.
Dalam pernyataannya, Budi Santoso yang akrab disapa Busan menyampaikan bahwa tujuan dari pembentukan IPBA adalah untuk menjadi pintu masuk strategis bagi pelaku usaha dalam mendorong perdagangan, investasi, dan kemitraan bisnis. Inisiatif untuk membentuk asosiasi ini telah dimulai oleh Atase Perdagangan (Atdag) Manila sejak pertengahan tahun 2024.
Tujuan dan Program IPBA
Menurut Budi Santoso, "Diversifikasi perdagangan akan membuat kita lebih tangguh untuk dapat menghadapi tantangan global." Melalui IPBA, kedua negara akan memfasilitasi promosi produk Indonesia melalui berbagai kegiatan seperti misi dagang, forum bisnis, dan penjajakan kemitraan dengan mitra di Filipina.
Asosiasi ini juga dirancang sebagai platform kolaborasi untuk mengidentifikasi kebutuhan dunia usaha serta mengatasi berbagai hambatan perdagangan yang dihadapi oleh pelaku usaha dari kedua negara. Untuk meningkatkan daya saing eksportir nasional, IPBA berencana menyediakan program peningkatan kapasitas bagi UMKM dan eksportir Indonesia.
Program Peningkatan Kapasitas untuk UMKM
Program yang direncanakan mencakup penjajakan bisnis oleh Kantor Atdag KBRI Manila, pelatihan ekspor, pemahaman tentang regulasi dan standar produk Filipina, penguatan branding dan kemasan, serta dukungan kesiapan ekspor. Semua ini bertujuan untuk mempersiapkan pelaku usaha Indonesia agar lebih siap dalam menghadapi pasar Filipina.
Presiden IPBA, Darmilo Sosa, mengungkapkan apresiasinya terhadap dukungan pemerintah Indonesia dalam pembentukan asosiasi ini. Ia menilai bahwa kehadiran IPBA membuka peluang baru bagi investasi dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan. Berdasarkan data perdagangan, Filipina merupakan mitra dagang utama Indonesia, menduduki posisi ke-8 sebagai negara tujuan ekspor dengan total nilai ekspor mencapai 10,22 miliar dolar AS pada tahun 2025. Saat ini, Indonesia juga berada di urutan ke-4 sebagai negara penyuplai utama untuk impor Filipina.
Beberapa produk Indonesia yang memiliki potensi besar di pasar Filipina antara lain produk logam, konsentrat bijih logam, dan minyak nabati.