Sunday, 16 August 2026
Kesehatan

Apakah Kuning Telur Meningkatkan Kolesterol? Simak Penjelasannya

Kuning telur sering dihindari karena dianggap dapat meningkatkan kadar kolesterol. Namun, apakah benar demikian? Mari kita telusuri fakta di balik anggapan ini.

L
Lucas Fabian
19 July 2026 72 pembaca
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/)

Jakarta - Kuning telur sering kali menjadi pilihan yang dihindari karena dianggap dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Banyak orang lebih memilih untuk mengonsumsi putih telur demi menjaga kesehatan, terutama kesehatan jantung. Meskipun kuning telur mengandung kolesterol, hal ini tidak serta merta menjadikannya penyebab utama kolesterol tinggi. Pola makan secara keseluruhan dan konsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh lebih berperan dalam peningkatan kadar kolesterol.

Apakah Kuning Telur Meningkatkan Kolesterol?

Dr. Cindiawaty Josito Pudjiadi, seorang spesialis gizi, menjelaskan bahwa dalam kuning telur terdapat kandungan kolesterol sekitar 210 mg. Namun, dia menekankan bahwa tingginya kadar kolesterol dalam tubuh seseorang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, bukan hanya dari makanan. Tubuh juga dapat memproduksi kolesterol secara alami. "Selain kuning telur, sebenarnya yang lebih bahaya itu makanan yang mengandung lemak jenuh, karena akan berkontribusi atas kenaikan kadar kolesterol kita," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh dr. Hasjim H, seorang spesialis jantung dan pembuluh darah, yang menekankan pentingnya tidak hanya fokus pada konsumsi telur. Menurutnya, makanan seperti gorengan, santan, dan daging berlemak memiliki risiko lebih besar jika dikonsumsi berlebihan. "Nah, kalau dibilang apakah tidak boleh makan telur? Saya sih kurang setuju. Yang salah adalah sudah kebanyakan makan telur, tambah gorengan, tambah gulai. Nah, akhirnya konsumsi lemak itu akan jauh berlebih," ungkapnya.

Batas Konsumsi Telur yang Aman

Dr. Hasjim menyebutkan bahwa satu kuning telur per hari umumnya masih dapat memenuhi kebutuhan kolesterol harian. Sementara itu, putih telur tidak mengandung kolesterol sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan protein masing-masing individu. "Secara statistik, satu telur saja sudah cukup sebenarnya untuk memenuhi kolesterol kita," tambahnya.

Bagi mereka yang memiliki kolesterol tinggi, penyakit jantung, atau diabetes, dr. Cindiawaty merekomendasikan agar asupan kolesterol dari makanan dibatasi sekitar 200-300 mg per hari. Oleh karena itu, jumlah telur yang dikonsumsi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan pola makan secara keseluruhan. "Jadi memang tergantung kondisi kesehatan masing-masing," imbuhnya.

Nutrisi dalam Telur

Walaupun sering dihindari karena kandungan kolesterolnya, telur merupakan salah satu makanan yang kaya akan nutrisi. Satu butir telur mengandung berbagai vitamin dan mineral penting, antara lain:

  • Vitamin A: 8 persen dari angka kecukupan gizi (AKG) harian
  • Folat: 6 persen AKG
  • Asam pantotenat (vitamin B5): 14 persen AKG
  • Vitamin B12: 23 persen AKG
  • Riboflavin (vitamin B2): 20 persen AKG
  • Fosfor: 7 persen AKG
  • Selenium: 28 persen AKG

Selain itu, telur juga mengandung vitamin D, vitamin E, vitamin B6, kalsium, dan zinc dalam jumlah yang cukup. Dengan kandungan gizinya yang sangat lengkap, telur sering disebut sebagai salah satu makanan paling padat nutrisi.

Pemahaman tentang Kolesterol

Kolesterol, meskipun sering dikaitkan dengan berbagai penyakit, sebenarnya merupakan zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Kolesterol adalah zat berlemak yang secara alami terdapat di seluruh sel tubuh dan memiliki banyak fungsi penting. Namun, jika kadarnya terlalu tinggi, kolesterol dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan gangguan pada pembuluh darah.

Jenis-Jenis Kolesterol

Hasil pemeriksaan profil lipid biasanya mencantumkan beberapa jenis kolesterol, antara lain:

  1. Kolesterol HDL (high-density lipoprotein): Dikenal sebagai kolesterol baik karena membantu mengangkut kelebihan kolesterol dari pembuluh darah kembali ke hati untuk dibuang, sehingga melindungi kesehatan jantung.
  2. Kolesterol LDL (low-density lipoprotein): Dikenal sebagai kolesterol jahat yang dapat menyebabkan penumpukan plak di dinding arteri, meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Fungsi dan Faktor yang Mempengaruhi Kadar Kolesterol

Kolesterol memiliki banyak fungsi penting, antara lain membentuk dan menjaga struktur membran sel, membantu hati memproduksi empedu, dan menjadi bahan baku pembentukan berbagai hormon. Kadar kolesterol dalam tubuh dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia, pola makan, aktivitas fisik, faktor genetik, serta jenis kelamin dan perubahan hormon.

Dengan demikian, kuning telur bukanlah satu-satunya penyebab kolesterol tinggi. Meskipun mengandung kolesterol, telur tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat jika dikonsumsi dengan bijak. Penting untuk membatasi makanan tinggi lemak jenuh dan menerapkan gaya hidup sehat untuk menjaga kadar kolesterol tetap terkendali.

// Artikel Terkait