Monday, 15 June 2026
Politik & Hukum

Andreas Soroti Konflik Antara Koperasi Desa dan Pendidikan

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, menyoroti penghancuran bangunan SDN Wolomoni di Nusa Tenggara Timur yang dilakukan untuk proyek Koperasi Desa Merah Putih, mempertanyakan priorita...

N
Naufal Akbar Abdila
11 June 2026 9 pembaca
Andreas Soroti Konflik Antara Koperasi Desa dan Pendidikan
Andreas Soroti Prioritas KDMP vs Gedung Sekolah
jpnn.com Sumber: jpnn.com

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PDIP, Andreas Hugo Pareira, mengungkapkan keprihatinannya mengenai penghancuran sebagian bangunan SDN Wolomoni yang terletak di Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Perobohan tersebut dilakukan dalam rangka proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Andreas meminta agar pengelola program tersebut segera memberikan penjelasan terkait tindakan ini. Ia mempertanyakan apakah pendidikan dianggap kurang penting sehingga bangunan sekolah yang berfungsi untuk mendidik generasi muda harus dihancurkan. "Apakah Koperasi Desa Merah Putih lebih penting daripada sekolah sehingga bangunan sekolah yang sudah berdiri harus dihancurkan?" ujarnya dalam pernyataan tertulis yang diterima oleh wartawan pada 9 Juni 2026.

Pentingnya Pendidikan dalam Kebijakan Pemerintah

Menurut Andreas, meskipun pelaksanaan program KDMP merupakan bagian dari inisiatif pemerintah, ia mengingatkan bahwa program tersebut tidak boleh mengorbankan program pemerintah lainnya, terutama yang berkaitan dengan pendidikan. "Pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) merupakan bagian dari program pemerintah. Namun, jangan sampai satu program pemerintah justru 'memotong' atau mengorbankan program pemerintah lainnya, terlebih yang berkaitan dengan pendidikan," tambahnya.

Kecaman Publik dan Permintaan Penjelasan

Menanggapi penghancuran bangunan sekolah di Ende, Andreas mendesak pengelola KDMP untuk segera memberikan penjelasan. Tindakan ini telah menimbulkan kecaman luas dari masyarakat dan dianggap sebagai preseden buruk dalam pelaksanaan pembangunan pemerintah. "Perlu ada penjelasan lanjutan dari pelaksana dan pengelola program," tegasnya.

Seiring dengan viralnya informasi di media sosial, beredar dokumentasi video yang menunjukkan seorang pria berpakaian loreng sedang memotong tiang penyangga ruang kelas. Sebuah ekskavator juga terlihat beroperasi di dekat bangunan sekolah, menghancurkan pagar sekolah yang diterobos. Di lokasi tersebut, direncanakan akan dibangun Koperasi Desa Merah Putih.

// Artikel Terkait