Sunday, 16 August 2026
Tekno

Ancaman Kecerdasan Buatan Selevel Bom Hiroshima

Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, memperingatkan bahwa kemajuan kecerdasan buatan dapat menimbulkan ancaman serius bagi umat manusia, setara dengan dampak bom atom Hiroshima, jika tidak ada...

I
Intan Permatasari
07 July 2026 64 pembaca
Ilustrasi. Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper peringatkan potensi ancaman serius dari AI, setara dengan tragedi Hiroshima (Foto: istockphoto/Wasan Longthara)
Ilustrasi. Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper peringatkan potensi ancaman serius dari AI, setara dengan tragedi Hiroshima (Foto: istockphoto/Wasan Longthara)

Jakarta, CNN Indonesia -- Yvette Cooper, Menteri Luar Negeri Inggris, mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) berpotensi menghadirkan ancaman yang sangat serius bagi umat manusia di masa depan, bahkan bisa dibandingkan dengan bencana bom atom Hiroshima. Ia menekankan pentingnya kesepakatan antar negara untuk membatasi kemajuan teknologi ini.

Cooper menyerukan kepada negara-negara besar, termasuk Amerika Serikat dan China, untuk mencapai kesepakatan mengenai regulasi internasional terkait perkembangan AI. Ia meyakini bahwa isu ini akan menjadi fokus utama dalam kebijakan luar negeri global selama dua tahun ke depan.

Bahaya yang Mengintai

Dalam sebuah esai yang diterbitkan oleh The Guardian, Cooper menyatakan bahwa dunia saat ini berada dalam fase yang sangat berbahaya. Ia membandingkan perlunya kesepakatan internasional terkait AI dengan perjanjian mengenai senjata nuklir. "Terkait nuklir, kesepakatan internasional baru tercapai setelah dunia menyaksikan sendiri daya hancur yang mengerikan dari teknologi tersebut di Hiroshima, dan mulai mempertanyakan apa yang akan terjadi jika teknologi itu jatuh ke tangan yang salah," ungkapnya.

Cooper menegaskan, "Kita tidak boleh egois dan menunggu sampai muncul 'tragedi Hiroshima' versi AI sebelum kita mulai bertindak." Dalam konfirmasi terpisah, ia menyatakan bahwa masyarakat di seluruh dunia merasakan risiko besar yang ditimbulkan oleh AI. Meskipun AI memiliki potensi yang luar biasa, risiko yang menyertainya juga harus menjadi perhatian serius.

AI sebagai Ancaman Global

Cooper mengidentifikasi AI sebagai salah satu ancaman utama terhadap keamanan global saat ini. Ia mencatat bahwa aktor-aktor jahat bisa memanfaatkan teknologi ini untuk melakukan serangan, baik oleh kelompok kriminal yang didukung negara, organisasi sejenis, maupun kelompok ekstremis dan teroris. "Saya rasa AI akan menjadi isu kebijakan luar negeri paling dominan yang harus kita hadapi dalam dua tahun ke depan," katanya.

Triliuner Elon Musk juga pernah mengungkapkan pandangannya mengenai risiko AI bagi umat manusia. Pada tahun 2023, Musk menyebut AI sebagai salah satu ancaman terbesar bagi manusia. "Maksud saya, untuk pertama kalinya, kita menghadapi situasi ketika ada sesuatu yang jauh lebih pintar daripada manusia terpintar," jelas Musk, yang merupakan salah satu pendiri OpenAI, pengembang ChatGPT. "Jadi, tahukah Anda, kita tidak lebih kuat atau lebih cepat dari makhluk lain, tapi kita lebih cerdas. Dan di sinilah kita, untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia, dengan sesuatu yang jauh lebih cerdas dari kita," tambahnya.

// Artikel Terkait