Sunday, 16 August 2026
Kesehatan

Alasan Rendahnya Konsumsi Buah di Indonesia

Konsumsi buah di Indonesia masih tergolong rendah, dengan banyak anak di bawah lima tahun yang tidak mengonsumsi buah dan sayur sesuai rekomendasi. Berbagai faktor menjadi penyebab utama rendahnya keb...

I
Intan Permatasari
13 July 2026 68 pembaca
Foto: Shutterstock
Foto: Shutterstock

Buah-buahan merupakan sumber energi dan vitamin yang penting bagi kesehatan tubuh. Meskipun demikian, kebiasaan mengonsumsi buah di Indonesia masih sangat minim. Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sekitar 96,7% anak di bawah usia lima tahun belum mengonsumsi buah dan sayur sesuai dengan rekomendasi yang ada. Standar yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) adalah konsumsi minimal lima porsi buah dan sayur setiap hari selama seminggu. Dengan demikian, hanya sekitar 3,3% masyarakat Indonesia yang memenuhi anjuran tersebut.

Data dari SKI 2023 menunjukkan bahwa 67,5% penduduk hanya mengonsumsi satu hingga dua porsi buah dan sayur setiap harinya, sementara 11,8% tidak mengonsumsi keduanya dalam satu minggu. Rendahnya angka konsumsi ini disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah anggapan di kalangan masyarakat bahwa buah dan sayur bukanlah makanan utama, melainkan hanya pelengkap. Selain itu, banyaknya minuman olahan yang tinggi gula juga berkontribusi terhadap penurunan konsumsi buah segar.

Faktor Ekonomi dan Akses

Beberapa kelompok masyarakat masih menghadapi kendala dalam hal daya beli dan akses terhadap buah segar. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam upaya meningkatkan konsumsi buah dan sayur di kalangan masyarakat.

Manfaat Kesehatan dari Konsumsi Buah dan Sayur

Dari segi kesehatan, mengonsumsi buah dan sayur memiliki banyak manfaat. Buah dan sayur kaya akan nutrisi yang penting untuk mendukung pola makan yang sehat. Menurut informasi dari Harvard, rutin mengonsumsi keduanya dapat menurunkan risiko penyakit serius, seperti penyakit jantung dan stroke. Kebiasaan ini juga membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pola makan berbasis nabati dapat berkontribusi dalam menurunkan tekanan darah.

Selain itu, buah dan sayur juga berperan dalam memberikan perlindungan terhadap berbagai jenis kanker. Kanker merupakan salah satu penyakit dengan angka kematian yang tinggi di dunia. Penelitian menunjukkan bahwa remaja perempuan yang mengonsumsi buah dan sayur sekitar tiga porsi per hari memiliki risiko 25% lebih rendah untuk terkena kanker payudara. Oleh karena itu, WHO merekomendasikan agar setiap individu mengonsumsi buah dan sayur setidaknya 400-600 gram setiap hari untuk membantu mencegah berbagai penyakit serius di masa mendatang.

// Artikel Terkait