Sunday, 16 August 2026
Politik & Hukum

--- Aksi Protes PPPK di Tidore Terkait Pemutusan Hubungan Kerja, Banggar Soroti Dana Bagi Hasil ---

--- Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, mengungkapkan bahwa tekanan keuangan daerah telah menjadi masalah serius, seiring dengan aksi demonstrasi pegawai PPPK di Tidore yang menolak di-PHK. Di...

H
Hanafi Syahputra
09 July 2026 88 pembaca
Heboh Demo PPPK Tidore Menolak Dirumahkan, Banggar Singgung Pembagian Dana Bagi Hasil
Heboh Demo PPPK Tidore Menolak Dirumahkan, Banggar Singgung Pembagian Dana Bagi Hasil
jpnn.com Sumber: jpnn.com
---TITLEEXCERPT--- Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, mengungkapkan bahwa tekanan keuangan daerah telah menjadi masalah serius, seiring dengan aksi demonstrasi pegawai PPPK di Tidore yang menolak di-PHK. Dia mendorong pemerintah pusat untuk segera mencairkan dana bagi hasil guna mendukung gaji pegawai. ---CONTENT---

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menegaskan bahwa pihaknya telah lama mengingatkan pemerintah mengenai tekanan berat yang dialami keuangan daerah. Pernyataan ini disampaikan Said saat menanggapi aksi demonstrasi yang dilakukan oleh pegawai dengan perjanjian kerja (PPPK) di Pemerintahan Kota Tidore, yang menolak pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Rabu (8/7) di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.

“Kondisi fiskal di daerah sudah mengalami tekanan yang luar biasa,” ungkapnya. Said juga menekankan pentingnya pemerintah pusat untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah guna menghindari terjadinya PHK bagi para PPPK. “Seharusnya tidak terjadi dalam kondisi seperti ini. Jangan sampai terjadi,” tambahnya.

Pentingnya Pencairan Dana Bagi Hasil

Said memberikan contoh bahwa kolaborasi tersebut dapat dilakukan melalui pencairan dana bagi hasil dari pemerintah pusat ke daerah, yang dapat digunakan untuk membayar gaji PPPK dan honorer. “Umpamanya dana bagi hasil yang belum disalurkan, segera disalurkan agar daerah bisa bernapas dan mampu membayar honor, gaji PPPK,” jelasnya. Sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan, ia menekankan bahwa Tidore bukanlah satu-satunya daerah yang mengalami tekanan fiskal dalam menjalankan pemerintahan.

Harapan untuk Dukungan dari Pemerintah Pusat

Oleh karena itu, Said berharap pemerintah pusat dapat segera mengambil tindakan untuk memperbaiki kondisi fiskal daerah. “Masih banyak daerah yang memang fiskalnya itu mengalami tekanan yang luar biasa, maka pemerintah harus turun tangan untuk mempercepat, tepat salur dana bagi hasil. Dana bagi hasil itu bagian dari pendapatan asli daerah,” tuturnya.

// Artikel Terkait