Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) berperan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen di triwulan pertama tahun 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh belanja pemerintah yang mencapai Rp 815 triliun untuk berbagai program stimulus dan penyaluran bantuan sosial.
Airlangga menjelaskan bahwa belanja pemerintah mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 21,81 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor Kemenko Perekonomian, ia menyatakan, "Ini di atas rata-rata historis dan tentu ini didorong oleh beberapa program belanja kementerian lembaga, termasuk MBG sampai dengan Maret Rp 51 triliun."
Selain program MBG, belanja pemerintah juga mencakup stimulus berupa diskon tarif, tunjangan hari raya (THR) untuk aparatur sipil negara (ASN) yang terealisasi sebesar Rp 51,65 triliun, serta THR dari sektor swasta dan ojek online. Airlangga menambahkan bahwa diskon tarif transportasi berdampak pada peningkatan jumlah penumpang kereta api ekonomi sebesar 7,6 persen secara tahunan, angkutan laut 2,56 persen, dan angkutan penyeberangan 13,7 persen.
Program kredit juga menunjukkan perkembangan positif, dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp 96,81 triliun di kuartal pertama, yang merupakan 34,41 persen dari target. Sementara itu, Kredit Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) mencapai Rp 55,92 miliar, dan Kredit Program Perumahan mencapai Rp 14,92 triliun, yang masing-masing juga menunjukkan pencapaian yang baik.
Airlangga juga memaparkan beberapa indikator ekonomi yang menunjukkan tren positif, seperti inflasi yang tercatat sebesar 2,42 persen pada bulan April, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di angka 122,9 persen, dan neraca perdagangan yang surplus sebesar Rp 3,32 triliun, yang berlangsung selama 71 bulan berturut-turut. Pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga juga mengalami peningkatan, masing-masing sebesar 9,49 persen dan 13,55 persen secara tahunan.
Dengan berbagai indikator dan program yang berjalan, pemerintah optimis bahwa pertumbuhan ekonomi akan terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.