Sunday, 16 August 2026
Finansial

Airlangga Hartarto Dorong Kerja Sama Ekonomi yang Lebih Seimbang dengan Tiongkok

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan Tiongkok di Shanghai untuk memperkuat kemitraan ekonomi antara kedua negara.

R
Rangga Wijaya Kusuma
18 July 2026 84 pembaca
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. [Suara.com/Dicky Prastya]
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. [Suara.com/Dicky Prastya]
suara.com Sumber: suara.com

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengadakan pertemuan dengan Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok, Wang Wentao, di Shanghai pada tanggal 17 Juli. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kemitraan ekonomi strategis antara Indonesia dan Tiongkok, dengan fokus pada peningkatan investasi, perdagangan, serta kerja sama dalam energi terbarukan melalui proyek Two Countries Twin Parks.

Peningkatan Kerja Sama Ekonomi

Dalam pernyataannya, Airlangga menyampaikan bahwa Indonesia dan Tiongkok memiliki struktur ekonomi yang saling melengkapi. Dia menekankan pentingnya mengarahkan kerja sama ke depan untuk mencapai nilai perdagangan yang lebih seimbang, investasi berkualitas, transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan kapasitas industri nasional. Tiongkok saat ini merupakan mitra dagang utama Indonesia, dengan total nilai perdagangan mencapai 154,6 miliar dolar AS pada tahun 2025, yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 7,24 persen selama periode 2021 hingga 2025.

Dari sisi investasi, Tiongkok menjadi salah satu dari tiga sumber utama penanaman modal asing di Indonesia, dengan realisasi hampir 8,1 miliar dolar AS atau sekitar 13 persen dari total investasi asing pada tahun 2025, terutama di sektor industri pengolahan, energi, dan transportasi.

Implementasi Proyek dan Kerja Sama Energi

Dalam kerangka proyek Two Countries Twin Parks, kedua negara telah menandatangani 30 Nota Kesepahaman (MoU) dengan estimasi nilai investasi sekitar Rp37,1 triliun. Airlangga meminta agar komitmen terhadap realisasi konkret dari MoU tersebut ditegaskan, termasuk mendorong pembentukan usaha patungan. Indonesia juga mengusulkan perluasan kawasan mitra TCTP untuk memastikan manfaat investasi dapat dirasakan secara merata.

Untuk mendukung masuknya investasi, Indonesia berharap institusi pengelola investasi Danantara dapat berperan sebagai mitra strategis bagi investor Tiongkok, guna memperkuat kapasitas produksi nasional dan mengembangkan proyek prioritas yang berorientasi ekspor. Di sektor energi bersih, Airlangga mengundang partisipasi perusahaan Tiongkok untuk mendukung pengembangan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 gigawatt (GW). Dia juga mengapresiasi keterlibatan Tiongkok dalam pembangunan PLTS Terapung Cirata dan mendorong penguatan rantai pasok industri panel surya di dalam negeri.

Dalam konteks regional, Indonesia meminta dukungan Tiongkok untuk rencana pembentukan dan penempatan Sekretariat Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) di Indonesia, yang bertujuan untuk memperkuat koordinasi antar negara anggota. Selain itu, Indonesia juga mendorong inisiatif penguatan RCEP 3.0 agar tetap relevan dengan dinamika transformasi digital dan rantai pasok global.

Airlangga juga menyampaikan dukungan terhadap keketuaan Tiongkok dalam APEC 2026, yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mempersiapkan kesepakatan proyek prioritas baru menjelang pertemuan Kepala Negara antara Indonesia dan Tiongkok. Dia menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk menjaga kepastian kebijakan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif, serta berharap pertemuan ini dapat ditindaklanjuti dengan kerja sama dan proyek yang konkret.

// Artikel Terkait