Wednesday, 01 July 2026
Finansial

AHY Dorong Pengembangan Merek Kendaraan Listrik Nasional untuk Hadapi Persaingan Global

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya membangun merek kendaraan listrik nasional untuk bersaing dengan produsen dari China. Pemerintah berkomitm...

I
Intan Permatasari
30 June 2026 12 pembaca
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam agenda Langkah Hijau Grab untuk Indonesia di Jakarta, Senin (29/6/2026). [Suara.com/Dythia]
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam agenda Langkah Hijau Grab untuk Indonesia di Jakarta, Senin (29/6/2026). [Suara.com/Dythia]
suara.com Sumber: suara.com

Dalam menghadapi persaingan industri kendaraan listrik global yang semakin ketat, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong Indonesia untuk mengembangkan merek kendaraan listrik nasional. Hal ini dilakukan untuk bersaing dengan dominasi produsen kendaraan listrik asal China yang terus memperluas pangsa pasarnya di dunia.

Pemerintah berupaya memperkuat industri dalam negeri melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) secara bertahap dan berkelanjutan. Indonesia juga akan menjalin kolaborasi dalam riset dan produksi dengan perusahaan global untuk mengembangkan teknologi serta meningkatkan kemandirian ekonomi nasional.

Potensi Indonesia dalam Industri Kendaraan Listrik

Persaingan di sektor kendaraan listrik (electric vehicle/EV) global semakin ketat, terutama dengan peran besar produsen dari China. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi Indonesia untuk membangun industri otomotif yang lebih kompetitif, mengingat potensi sumber daya alam, pasar domestik yang luas, serta kemampuan sumber daya manusia di bidang teknologi yang ada.

Pemerintah menilai bahwa momentum transisi menuju kendaraan listrik tidak seharusnya hanya dimanfaatkan sebagai pasar untuk produk impor, tetapi juga sebagai kesempatan untuk membangun industri nasional yang mampu bersaing di tingkat global. AHY menyatakan bahwa Indonesia memiliki kapasitas untuk mengembangkan industri kendaraan listrik sendiri meskipun saat ini pasar global masih didominasi oleh produsen dari China. "Saat ini kita menyaksikan produsen-produsen kendaraan listrik di dunia, terutama dari Tiongkok, berkembang sangat pesat. Tiongkok bisa dikatakan menguasai pasar EV dunia. Tetapi Indonesia tidak boleh takut bersaing. Justru itu harus menjadi pelecut bagi kita untuk menghadirkan brand lokal buatan Indonesia," ungkap AHY dalam acara Langkah Hijau Grab untuk Indonesia di Jakarta.

Strategi Meningkatkan TKDN dan Kemandirian Industri

AHY menekankan bahwa keberhasilan negara lain dalam mengembangkan industri kendaraan listrik menunjukkan bahwa membangun industri otomotif nasional adalah proses yang panjang, yang meliputi riset, pengembangan teknologi, hingga penyempurnaan produk secara berkelanjutan. Ia percaya bahwa Indonesia memiliki peluang yang sama untuk menciptakan merek kendaraan listrik sendiri jika terus memperkuat kemampuan industri dalam negeri. "Kita punya kemampuan, kita punya kapasitas. Yang penting kita terus meningkatkan kemampuan industri nasional dan tidak takut memulai," tegasnya.

Salah satu strategi yang dianggap penting adalah meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada kendaraan listrik. AHY menyatakan bahwa penguatan kandungan lokal perlu dilakukan secara bertahap hingga industri nasional mampu memproduksi kendaraan listrik sepenuhnya di dalam negeri. "Katakanlah hari ini belum bisa 100 persen TKDN, tetapi porsinya harus semakin besar dan semakin mendominasi. Lama-kelamaan kita berharap benar-benar bisa menghadirkan kendaraan listrik yang 100 persen buatan Indonesia," ujarnya.

Peningkatan TKDN diharapkan tidak hanya memperkuat rantai pasok domestik, tetapi juga membuka peluang investasi baru, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan nilai tambah bagi industri manufaktur nasional.

Kerjasama untuk Riset dan Produksi

AHY juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam riset dan produksi dengan perusahaan global untuk mempercepat pengembangan teknologi kendaraan listrik di Indonesia. Dengan langkah ini, diharapkan Indonesia dapat menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri kendaraan listrik yang berkelanjutan dan kompetitif di pasar internasional.

// Artikel Terkait