Jakarta - Bagi individu yang menderita diabetes, pemeriksaan kadar gula darah mungkin sudah menjadi rutinitas harian. Namun, bagi mereka yang merasa sehat, melakukan pemeriksaan ini mungkin tidak pernah terlintas dalam pikiran. Padahal, penting untuk mengetahui tanda-tanda hiperglikemia atau gula darah tinggi guna mencegah komplikasi yang berbahaya.
"Gula darah tinggi berarti terdapat terlalu banyak glukosa dalam aliran darah," ungkap dr Lisa Shah, MD, seorang ahli kesehatan metabolik. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kekurangan insulin dalam tubuh atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin dengan baik, bahkan pada mereka yang belum didiagnosis diabetes.
Masalahnya, gejala awal dari gula darah tinggi seringkali muncul secara perlahan dan tidak jelas. Banyak orang baru menyadari setelah kondisi mereka memburuk. Berikut adalah 11 gejala gula darah tinggi yang sering kali tidak disadari dan dapat memburuk jika diabaikan:
Gejala yang Perlu Diperhatikan
1. Bolak-balik Buang Air Kecil
Jika Anda sering merasa perlu buang air kecil, ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh berusaha mengeluarkan kelebihan gula. "Ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring gula. Karena tidak bisa membuang gula dalam bentuk padat, ginjal akan menarik air dari tubuh, sehingga menyebabkan frekuensi buang air kecil yang berlebihan," jelas dr Akhil Shenoy, MD, seorang dokter spesialis endokrin.
2. Peningkatan Rasa Haus
Akibat dari sering buang air kecil, tubuh akan mengirim sinyal ke otak untuk terus mengonsumsi air. Hal ini menyebabkan rasa haus yang berlebihan, mulut kering, dan gejala dehidrasi lainnya.
3. Kelelahan Ekstrem
Ketika gula menumpuk dalam darah dan tidak dapat masuk ke dalam sel, tubuh kehilangan sumber energi utama. Akibatnya, Anda akan merasa lelah, lesu, sulit berkonsentrasi, bahkan mengalami kabut otak atau brain fog.
4. Rasa Lapar yang Terus-menerus
Sel-sel tubuh dapat mengalami 'kelaparan' karena tidak mendapatkan asupan gula, yang membuat tubuh berfungsi dalam mode bertahan hidup. Ini akan memicu rasa lapar yang konstan meskipun baru saja makan.
5. Penurunan Berat Badan Secara Drastis
Menariknya, meskipun nafsu makan meningkat, berat badan bisa menurun dengan cepat. Hal ini terjadi karena tubuh terpaksa membakar cadangan lemak dan otot sebagai sumber energi alternatif, akibat ketidakmampuan mengolah glukosa.
Risiko dan Komplikasi
6. Penglihatan Tiba-tiba Kabur
Kondisi dehidrasi yang disebabkan oleh gula darah tinggi juga dapat mempengaruhi mata. Cairan di sekitar retina dapat menyusut, mengakibatkan pandangan menjadi buram secara mendadak. Jika dibiarkan, pembuluh darah di mata bisa mengalami kerusakan permanen.
7. Gampang Sakit dan Sering Infeksi
Kadar gula darah yang tinggi secara kronis dapat merusak sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.
8. Luka yang Sangat Lama Sembuh
Karena daya tahan tubuh yang melemah dan sirkulasi darah yang buruk, luka kecil, lecet, atau memar pada kulit akan sulit sembuh seperti sebelumnya.
9. Napas Berbau Manis atau Buah
Waspadai jika napas Anda tiba-tiba berbau seperti buah atau memiliki aroma logam. Ini bisa menjadi tanda bahaya dari Ketoasidosis Diabetik (DKA), sebuah kondisi darurat medis di mana tubuh memproduksi zat keton beracun akibat pembakaran lemak yang berlebihan.
10. Kebingungan dan Disorientasi
Jika rasa lelah berubah menjadi kebingungan yang parah, disorientasi, atau bahkan mengigau, segera cari bantuan di instalasi gawat darurat (IGD). Perubahan dalam status mental ini dapat menandakan komplikasi serius yang mengancam jiwa.
11. Sakit Perut Disertai Mual-Muntah
Kram perut yang disertai mual dan muntah juga merupakan sinyal kuat bahwa zat keton telah menumpuk di saluran pencernaan akibat komplikasi DKA.