JAKARTA, iNews.id – Keyakinan bahwa rokok elektronik atau vape dapat menjadi alternatif untuk menghentikan kebiasaan merokok di kalangan remaja ternyata tidak tepat. Edukator kesehatan, dr Adam Prabata, menegaskan bahwa sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan vape di usia muda justru berpotensi meningkatkan risiko seseorang menjadi perokok tembakau aktif.
Vape sebagai Pintu Masuk ke Rokok Konvensional
Dalam sebuah unggahan di media sosialnya, dr Adam menjelaskan bahwa vape bukanlah solusi untuk mencegah remaja merokok. Sebaliknya, rokok elektronik dapat berfungsi sebagai gerbang menuju penggunaan rokok konvensional. "Penelitian menemukan bahwa remaja pengguna vape punya risiko hampir 3x lipat buat akhirnya jadi perokok tembakau aktif," ujarnya.
Risiko yang Dihadapi Remaja
Lebih lanjut, dr Adam menekankan bahwa anggapan bahwa vape adalah jalan keluar dari rokok sebenarnya adalah kebalikannya. "Malah pada anak dan remaja, vape lebih sering jadi gerbang masuk ke rokok konvensional," tambahnya. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan vape di kalangan remaja dapat menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius di kemudian hari.