JAKARTA, iNews.id – Program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) telah menjadi salah satu alternatif bagi pasangan yang mengalami kesulitan dalam memiliki keturunan. Namun, keberhasilan dari program ini tidak hanya ditentukan oleh teknologi medis yang diterapkan, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh usia perempuan.
Pentingnya Usia dalam Proses IVF
Dr. dr. Ivan Rizal Sini, GDRM, MMIS, FRANZCOG, Sp.OG, seorang ahli fertilitas dari Morula IVF Indonesia, mengungkapkan bahwa usia perempuan merupakan faktor krusial yang memengaruhi peluang keberhasilan program bayi tabung. Umumnya, semakin muda usia perempuan saat menjalani proses ini, maka semakin tinggi kemungkinan untuk mencapai kehamilan.
"Apa yang mereka lakukan (bayi tabung) itu sangat bergantung hasilnya kepada usia perempuannya," ujar dr. Ivan dalam acara Ultimate Grande Anniversary Morula Indonesia: 28th of Delivering Hope yang berlangsung di Ballroom Pullman Hotel Central Park, Jakarta, pada Minggu (26/7/2026).
Kesadaran akan Pentingnya Pemeriksaan Dini
Menurut dr. Ivan, masih banyak pasangan yang baru mencari bantuan ketika usia perempuan telah memasuki akhir 30-an atau bahkan di atas 40 tahun. Ia menjelaskan bahwa penurunan kualitas dan jumlah sel telur adalah proses alami yang terjadi seiring bertambahnya usia.
Oleh karena itu, dr. Ivan, yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur PT Morula Indonesia, menyarankan agar pasangan yang mengalami masalah kesuburan tidak menunda untuk melakukan pemeriksaan. Dengan mengetahui kondisi reproduksi lebih awal, dokter dapat memberikan penanganan yang tepat, sehingga meningkatkan peluang keberhasilan kehamilan.