Sunday, 17 May 2026
Kesehatan

Tren Ubi Cream Cheese: Apa Kata Ahli Gizi?

Ubi cream cheese kini menjadi makanan yang populer di media sosial dan pusat perbelanjaan. Meskipun dianggap camilan sehat, ahli gizi mengingatkan akan potensi kalori tinggi dari topping yang digunaka...

I
Intan Permatasari
15 May 2026 5 pembaca
Tren Ubi Cream Cheese: Apa Kata Ahli Gizi?
Tren dessert kekinian ubi cream cheese. Foto: Mhd. Aldrian, S.Gz/detikHealth

Ubi cream cheese semakin menjadi sorotan di berbagai platform media sosial dan pusat perbelanjaan. Pada Kamis (14/5/2026), sebuah pusat perbelanjaan di Kabupaten Tangerang menunjukkan antrean panjang pengunjung yang ingin mencicipi makanan ini. Popularitasnya tidak lepas dari anggapan bahwa ubi cream cheese merupakan camilan yang lebih sehat dibandingkan dengan dessert manis lainnya, berkat bahan dasar ubi yang dianggap sebagai 'real food'.

Namun, dokter spesialis gizi klinik, dr Raissa E Djuanda, SpGK, memberikan peringatan bahwa tambahan topping yang tinggi lemak dan gula dapat meningkatkan jumlah kalori secara signifikan. Ia mengakui bahwa ubi adalah bahan makanan yang sehat karena kaya akan karbohidrat kompleks dan serat, tetapi tidak semua olahan ubi dengan topping modern dapat dianggap sehat. "Karena bahan utamanya ubi, jadi seakan-akan ini dessert atau snack sehat," ungkap dr Raissa.

Pentingnya Memperhatikan Asupan Kalori

Menurut dr Raissa, penting untuk tidak menganggap makanan ini sebagai pilihan sehat secara otomatis. "Yang perlu diperhatikan, jangan sampai makan berlebihan karena dianggap 'sehat'. Padahal total kalori, gula, dan lemaknya mungkin sama saja dengan dessert lain pada umumnya," tambahnya.

Dokter spesialis gizi klinik lainnya, dr Tjandraningrum, SpGK, juga menekankan bahwa meskipun ubi memiliki nilai gizi yang baik, manfaatnya bisa berkurang ketika dikombinasikan dengan topping yang tinggi lemak. "Sebenarnya kalau ubinya bagus ya, dia merupakan karbohidrat kompleks, jadi lambat diserap di dalam saluran cerna," jelasnya.

Risiko Kesehatan dari Topping Berlebihan

Dr Tjandraningrum menambahkan bahwa cream cheese yang digunakan dalam ubi cream cheese mengandung lemak jenuh yang tinggi, yang dapat memicu masalah kesehatan pada beberapa individu. Ia juga mencatat bahwa pada beberapa varian ubi cream cheese, penambahan susu kental manis dapat meningkatkan kadar gula. "Ubinya jadi kalah karena ada kandungan nutrisi yang dominan dari cream cheese dan susu kental manis," jelasnya.

Oleh karena itu, para ahli gizi menekankan bahwa meskipun bahan dasar makanan ini sehat, kombinasi dengan topping yang tinggi gula dan lemak secara berlebihan dapat mengubah nilai gizi makanan tersebut.

// Artikel Terkait