Nama Selena Gomez tiba-tiba menjadi topik hangat di berbagai platform media sosial. Bukan karena aktivitas musik atau kehidupan pribadinya, melainkan terkait dengan merek kosmetik yang dimilikinya, Rare Beauty, yang direncanakan akan dijual di Israel pada Agustus 2026. Informasi ini langsung memicu reaksi negatif dari banyak pengguna internet.
Sejumlah warganet menyerukan boikot terhadap Rare Beauty, mengaitkan peluncuran produk tersebut dengan konflik yang sedang berlangsung di Gaza. Dalam waktu singkat, kolom komentar di akun-akun yang membahas isu ini dipenuhi dengan kritik tajam. Banyak penggemar yang menyatakan kekecewaan mereka dan menegaskan tidak akan membeli produk Rare Beauty lagi.
Reaksi Warganet Terhadap Rencana Peluncuran
Salah satu pengguna media sosial mengekspresikan kekecewaannya dengan menulis, "Dia baru saja kehilangan banyak followers, termasuk saya," merujuk pada dampak negatif yang mungkin dihadapi Selena Gomez. Selain itu, beberapa komentar secara terbuka menyerukan aksi boikot, dengan salah satu pengguna menulis, "Merek lain yang harus diboikot. Free Palestine."
Keterlibatan Selena Gomez dalam Kontroversi
Gelombang protes ini membuat nama Selena Gomez terlibat dalam polemik, meskipun hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari penyanyi tersebut atau manajemen Rare Beauty mengenai situasi ini. Kontroversi ini menunjukkan betapa sensitifnya isu-isu politik terhadap dunia bisnis, terutama dalam industri kecantikan.