Jakarta, CNN Indonesia -- Sam Altman, CEO OpenAI, menyatakan bahwa Elon Musk telah memberikan dampak buruk terhadap budaya kerja di OpenAI pada masa-masa awal berdirinya perusahaan. Pernyataan ini disampaikan Altman saat memberikan kesaksian dalam persidangan yang merupakan bagian dari gugatan Musk terhadap OpenAI, yang kini telah memasuki pekan ketiga.
Pengaruh Gaya Manajemen Musk
Dalam kesaksiannya, Altman menjelaskan bahwa Musk pernah meminta Greg Brockman, Presiden OpenAI, dan Ilya Sutskever, mantan kepala ilmuwan, untuk menilai para peneliti berdasarkan prestasi mereka. Ia kemudian menyebutkan bahwa Musk "mengambil gergaji mesin dan menebas sejumlah besar" dari mereka. Altman mengakui bahwa pendekatan tersebut merupakan ciri khas gaya manajemen Musk, namun ia menegaskan bahwa metode itu tidak sesuai dengan kebutuhan OpenAI.
Altman menegaskan, "Saya tidak berpikir Tuan Musk memahami cara menjalankan laboratorium riset yang baik." Dalam kesaksiannya, ia juga membahas dampak kepergian Musk terhadap moral tim, mengatakan, "Untuk laboratorium riset di mana orang membutuhkan keamanan psikologis dan waktu panjang untuk mengejar sebuah gagasan, ide bahwa kamu harus terus-menerus menunjukkan hasil, dan jika hasilnya tidak cukup baik dalam waktu singkat kamu akan dipecat. Itu benar-benar tidak cocok dengan jenis riset yang berhasil kami lakukan."
Kepergian Musk sebagai Pendorong Moral
Altman menyatakan bahwa kepergian Musk dari OpenAI pada tahun 2018 justru memberikan "dorongan moral" bagi tim, karena para staf menyadari bahwa mereka tidak perlu lagi bekerja dengan cara yang sama. Musk adalah salah satu pendiri OpenAI bersama Altman dan Brockman pada tahun 2015, namun ia meninggalkan perusahaan tiga tahun kemudian. Alasan resmi yang diberikan OpenAI saat itu adalah untuk menghindari konflik kepentingan dengan pengembangan kecerdasan buatan di Tesla, meskipun kesaksian dalam persidangan ini mulai menunjukkan gambaran yang berbeda.
Dalam gugatannya, Musk menuduh OpenAI telah mengkhianati misi awalnya untuk memberikan manfaat bagi umat manusia, serta mengklaim bahwa Altman dan Brockman menipunya untuk mendapatkan dana bagi perusahaan. Altman dan OpenAI membantah semua tuduhan tersebut. Persidangan yang berlangsung lama ini telah menyajikan kesaksian dari sejumlah tokoh penting, termasuk Brockman, mantan anggota dewan OpenAI Shivon Zilis, CEO Microsoft Satya Nadella, dan mantan CTO OpenAI Mira Murati.