Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana untuk mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui skema tukar guling dengan PT Geo Dipa Energi. Proses resmi pertukaran aset antara Kementerian Keuangan dan BPI Danantara ini ditargetkan akan rampung dalam waktu dua bulan ke depan.
Tujuan dari akuisisi ini adalah untuk menciptakan ekosistem pembiayaan yang berkelanjutan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta mengintegrasikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui pembentukan bank UMKM khusus. Purbaya menyatakan bahwa Kementerian Keuangan telah mendapatkan persetujuan dari BPI Danantara untuk melanjutkan proses pengambilalihan PNM.
Proses Persetujuan dan Rencana Ke Depan
Dalam sebuah media briefing yang berlangsung di Kantor Kemenkeu, Purbaya menjelaskan, "PNM dalam proses yang berjalan dengan Danantara, sepertinya sudah dapat lampu hijau. Kelihatannya sih mereka mau lepas." Ia juga mengungkapkan bahwa sebagai imbalan, PT Geo Dipa Energi yang dimiliki Kemenkeu akan diambil alih oleh BPI Danantara.
Walaupun Purbaya ingin mengelola kedua lembaga tersebut, ia tidak mendapatkan izin untuk melakukannya. "Kelihatannya tukar sama Geo Dipa. Saya mau minta dua-duanya enggak boleh," tambahnya. Sayangnya, ia tidak merinci kapan proses tukar guling ini akan dilaksanakan, hanya menyebutkan bahwa persetujuan akan selesai dalam dua bulan ke depan.
Alasan di Balik Pengambilalihan PNM
Purbaya menjelaskan bahwa langkah tukar guling ini diambil untuk mencari skema terbaik dalam penyaluran KUR, terutama bagi UMKM. Ia yakin bahwa penyaluran KUR akan lebih terintegrasi jika PNM berada di bawah kendali Kemenkeu. "Yang jelas fokusnya masih gimana departemen keuangan bisa mengambil alih PNM untuk supaya bisa kami menyalurkan KUR lewat situ, dan ke depannya dalam beberapa tahun kami bentuk suatu bank yang disebut bank UMKM betulan," ujarnya.
Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa setelah akuisisi, cara kerja PNM akan berubah. Berbeda dengan BRI yang berorientasi pada keuntungan, PNM akan berfungsi sebagai ekosistem penyaluran pembiayaan yang komprehensif bagi UMKM. "BRI kan profit-oriented, ini (PNM) bukan profit-oriented. Iya enggak rugi, tapi enggak gila-gilaan bunganya. Yang penting adalah pembiayaannya bisa dilakukan berkesinambungan dan betul-betul membantu UMKM. Nanti didesain ekosistem yang menyeluruh," ungkapnya.