Sunday, 17 May 2026
Finansial

Komitmen Bisnis Rp7 Triliun antara Indonesia dan Belarus Diteken di Minsk

Indonesia dan Belarus menandatangani lima nota kesepahaman bisnis senilai Rp7 triliun dalam Sidang Komisi Bersama di Minsk, yang mencakup berbagai sektor untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara...

D
Doni Setiawan
16 May 2026 5 pembaca
Komitmen Bisnis Rp7 Triliun antara Indonesia dan Belarus Diteken di Minsk
Menko Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto - Wakil Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich resmi menyepakati penyusunan roadmap kerja sama ekonomi periode 2026-2030, di Minsk, Belarus, Jumat (15/5/2026). [Antara/Bayu Saputra]
suara.com Sumber: suara.com

Pemerintah Indonesia dan Belarus telah mencapai kesepakatan bisnis yang signifikan dengan nilai mencapai Rp7 triliun melalui penandatanganan lima nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dalam rangka Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 yang berlangsung di Minsk, Belarus. Kesepakatan ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan di bidang perdagangan, investasi, industri, dan ketahanan pangan antara kedua negara.

Dokumen resmi tersebut ditandatangani oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, dan Deputi Perdana Menteri Belarus, Viktor Karankevich. Lima MoU yang ditandatangani melibatkan beberapa perusahaan dari kedua negara, termasuk kerja sama antara PT Pupuk Indonesia dengan Nedra Nezhin, serta PT Indonesia Belarus Jaya dengan beberapa entitas Belarus lainnya.

Pentingnya Implementasi Kesepakatan

Airlangga menekankan bahwa semua kesepakatan yang telah dicapai perlu segera diwujudkan dalam bentuk proyek nyata yang dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi kedua negara. “Kesepahaman yang telah dicapai dalam SKB ini harus dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret yang memberikan dampak langsung bagi peningkatan hubungan ekonomi Indonesia dan Belarus,” ungkapnya.

Penandatanganan Agreed Minutes juga dianggap sebagai langkah penting untuk memastikan bahwa semua agenda kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Belarus dapat dilaksanakan dengan lebih terstruktur dan fokus pada hasil yang konkret. Dalam forum ini, berbagai peluang kerja sama strategis dibahas, termasuk di sektor perdagangan, investasi, industri, pertanian, dan ketahanan pangan, serta bidang lainnya seperti kesehatan, pendidikan, dan pariwisata.

Komitmen Belarus untuk Kerja Sama yang Lebih Dalam

Viktor Karankevich menyatakan komitmen Belarus untuk memperdalam hubungan ekonomi dengan Indonesia, terutama dalam sektor industri, teknologi, dan pertanian. Belarus juga membuka peluang untuk kolaborasi yang lebih luas antara pelaku usaha dari kedua negara, guna mengembangkan hubungan bisnis yang lebih baik di masa depan. “Kami berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan Indonesia dan membuka ruang kemitraan yang lebih luas bagi pelaku usaha kedua negara,” ujarnya.

Pertemuan tinggi ini dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Moskow, Jose Antonio Morato Tavares, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, serta perwakilan dari berbagai kementerian dan organisasi bisnis seperti APINDO dan KADIN Indonesia. Komitmen bisnis senilai Rp7 triliun ini diharapkan dapat menjadi sinyal positif bagi penguatan hubungan dagang Indonesia dengan kawasan Eurasia dan membuka peluang baru untuk ekspansi industri serta investasi nasional.

// Artikel Terkait