Monday, 17 August 2026
Finansial

Purbaya Yudhi Sadewa Salurkan Bantuan Rp 20,5 Triliun untuk Gaji PPPK di 490 Daerah

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menyalurkan bantuan sebesar Rp 20,5 triliun kepada 490 pemerintah daerah untuk mendukung pembayaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

N
Nabila Safira Putri
11 August 2026 52 pembaca
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Antara]
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Antara]
suara.com Sumber: suara.com

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi menyalurkan bantuan dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 20,5 triliun kepada 490 pemerintah daerah pada hari Jumat yang lalu. Penyaluran dana ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta kebutuhan masing-masing wilayah untuk membayar gaji pegawai PPPK.

Dalam penjelasannya, Purbaya mengungkapkan bahwa bantuan tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. "Hari Jumat lalu sudah kita salurkan ke daerah. 490 sudah disalurkan sesuai dengan kebutuhannya. Jadi kita pelajarin APBD-nya seperti apa, kekurangannya seperti apa, kita distribusikan sesuai dengan kondisi masing-masing," ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada hari Selasa.

Bantuan untuk Pembayaran Gaji PPPK

Bendahara Negara tersebut menambahkan bahwa bantuan Rp 20,5 triliun seharusnya cukup untuk membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yang selama ini menjadi keluhan banyak pemerintah daerah. "Harusnya cukup untuk membayar gaji P3K dan lain-lain. Serentak (penyaluran ke daerah)," lanjutnya.

Detail Penyaluran dan Penerima Terbesar

Meskipun demikian, Purbaya mengaku tidak mengingat rincian anggaran yang diterima oleh masing-masing daerah. Ia hanya mengingat bahwa Kabupaten Kupang di Nusa Tenggara Timur menerima Rp 193 miliar. "Yah saya lupa kalau itu. Saya ingat kemarin waktu ke Kupang Kabupaten Kupang dapatnya Rp 193 miliar. Terus Kotamadyanya dapat Rp 17 miliar. Tapi seluruh provinsi cukup besar kok," katanya.

Ketika ditanya mengenai berapa jumlah anggaran yang diterima oleh Jakarta, Purbaya juga tidak dapat memberikan rincian yang tepat. Namun, ia menyebutkan bahwa Jakarta merupakan provinsi dengan penerimaan bantuan tertinggi. "Saya lupa angkanya. Jakarta harusnya paling tinggi tadi. Tapi kita lihat dia cukup kaya. Jadi enggak cukup mendesak untuk mendapatkan dana tambahan," jelasnya.

// Artikel Terkait