Sunday, 17 May 2026
Tekno

Prabowo Terkejut, Teknologi AI Mampu Membuatnya Bernyanyi dan Berpidato dalam Bahasa Mandarin

Prabowo Subianto mengungkapkan keterkejutannya saat teknologi kecerdasan buatan (AI) memungkinkannya untuk bernyanyi dan berpidato dalam Bahasa Mandarin.

P
Patrick Jonathan
09 April 2026 24 pembaca
Prabowo Terkejut, Teknologi AI Mampu Membuatnya Bernyanyi dan Berpidato dalam Bahasa Mandarin
Sumber gambar: cnnindonesia.com

Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, baru-baru ini menyampaikan rasa terkejutnya atas kemampuan kecerdasan buatan (AI) yang membuatnya dapat bernyanyi dan berpidato dalam Bahasa Mandarin. Peristiwa ini menarik perhatian karena menyoroti kemajuan teknologi serta potensi yang dapat dimanfaatkan dalam diplomasi dan hubungan internasional.

Dalam sebuah acara teknologi yang diadakan di Jakarta, Prabowo mengungkapkan pengalamannya saat pertama kali melihat bagaimana AI mampu mereplikasi suaranya dan mengadaptasi gaya bicaranya ke dalam Bahasa Mandarin. "Saya sangat terkejut melihat mesin bisa berbicara dan bernyanyi seperti saya dalam bahasa yang berbeda," ujarnya. Teknologi ini tidak hanya menampilkan kecanggihan algoritma yang ada, tetapi juga memberikan gambaran tentang bagaimana AI dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan audiens yang lebih luas.

Ketika ditanya mengenai dampak teknologi ini terhadap dunia politik dan diplomasi, Prabowo menjelaskan, "Kemampuan ini bisa menjadi alat yang sangat membantu untuk menjangkau masyarakat di negara-negara berbahasa Mandarin, dan itu penting untuk meningkatkan hubungan bilateral." Hal ini menunjukkan kesadaran akan pentingnya komunikasi yang efektif dalam konteks global, terutama bagi Indonesia yang memiliki kepentingan strategis di kawasan Asia.

Teknologi AI yang digunakan dalam contoh ini adalah hasil pengembangan terbaru yang memanfaatkan pembelajaran mesin untuk menganalisis dan menghasilkan suara yang menyerupai manusia dengan kemampuan berbahasa yang beragam. Kecanggihan ini menimbulkan berbagai opini di kalangan ahli teknologi dan pencinta AI, yang melihat potensi besar dalam aplikasi lainnya, seperti pendidikan dan media.

Lebih lanjut, Prabowo menambahkan bahwa pemanfaatan AI dalam konteks pendidikan dapat membuka peluang baru bagi generasi muda untuk belajar berbagai bahasa dengan cara yang lebih menarik dan interaktif. "Jika kita bisa memanfaatkan teknologi ini dengan baik, kita bisa mendidik anak-anak kita tidak hanya dalam Bahasa Inggris tapi juga dalam bahasa-bahasa lain seperti Mandarin," tuturnya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pakar teknologi dan akademisi yang membahas lebih jauh tentang etika dan implikasi dari penggunaan AI di berbagai sektor kehidupan. Diskusi tersebut menggugah kesadaran akan pentingnya regulasi yang tepat untuk memastikan bahwa perkembangan teknologi dapat memberikan manfaat optimal tanpa menimbulkan risiko baru.

Sebagai penutup, pernyataan Prabowo mengenai AI dan potensi penggunaan bahasa baru melalui teknologi ini menunjukkan adanya sinergi antara inovasi teknologi dan keinginan untuk memperkuat hubungan internasional. Ke depan, diharapkan penggunaan kecerdasan buatan dapat lebih dimanfaatkan oleh pemerintah dan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, untuk menciptakan dunia yang saling terhubung dan memahami satu sama lain lebih baik.

Tidak ada tag untuk artikel ini

// Artikel Terkait