JAKARTA, iNews.id – Pemasangan stent atau ring jantung tidak selalu menjadi jawaban untuk semua kasus penyakit jantung koroner. Dalam beberapa kondisi tertentu, pasien mungkin memerlukan tindakan medis lain karena pemasangan ring tidak lagi efektif.
Dokter Spesialis Jantung Konsultan Kardiologi Intervensi, dr Bobby Arfhan Anwar, menjelaskan bahwa masih banyak orang yang beranggapan bahwa penyumbatan pada pembuluh darah jantung dapat diatasi hanya dengan metode pemasangan ring. Namun, keputusan mengenai terapi yang tepat sangat bergantung pada kondisi pembuluh darah serta tingkat keparahan penyumbatan yang dialami pasien.
Kondisi yang Memengaruhi Pemasangan Ring
“Jadi, kalau cukup beruntung, tanda kutip, ya, kasusnya simpel case itu penyempitan, pasang ring, selesai. Tapi kenyataannya enggak enggak semua seperti itu. Ada kasus-kasus yang pasang ringnya sulit banget, yang sudah terlalu keras, atau pembuluh darah penyempitannya di tempat yang berisiko, atau di pembuluh darah yang kecil. Nah, ini semua banyak faktor, jadi enggak sesimpel itu sih sebenarnya,” ungkap dr Bobby dalam sebuah podcast di kanal YouTube Raditya Dika.
Menurut dr Bobby, salah satu kondisi yang menyulitkan pemasangan ring adalah ketika plak penyumbatan telah mengalami kalsifikasi atau mengeras akibat penumpukan kalsium. Dalam keadaan seperti ini, pembuluh darah tidak dapat langsung dilebarkan menggunakan balon atau dipasang ring karena berisiko mengalami cedera.
Alternatif Teknologi untuk Mengatasi Penyumbatan
Untuk mengatasi masalah ini, dokter dapat memanfaatkan teknologi rotablator, yaitu alat khusus yang berfungsi untuk mengikis plak kalsium di dalam pembuluh darah sebelum pemasangan ring dilakukan. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemungkinan keberhasilan prosedur dan mengurangi risiko komplikasi bagi pasien.