Sunday, 17 May 2026
Tekno

Pengawasan Ketat oleh Komisi Digital Terhadap Roblox dan YouTube: Kepatuhan PP Tunas Masih Belum Optimal

Komisi Digital melakukan pengawasan intensif terhadap platform Roblox dan YouTube. Namun, tingkat kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah Tunas belum mencapai 100%.

A
Aryani Sarasvati
15 April 2026 15 pembaca
Pengawasan Ketat oleh Komisi Digital Terhadap Roblox dan YouTube: Kepatuhan PP Tunas Masih Belum Optimal
Sumber gambar: cnnindonesia.com

Komisi Digital (Komdigi) terus memperketat pengawasan terhadap platform permainan daring Roblox dan saluran video YouTube. Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan bahwa kedua platform tersebut mematuhi Peraturan Pemerintah Tunas yang diterapkan untuk melindungi pengguna, khususnya anak-anak. Meskipun upaya ini dilakukan, tingginya angka pelanggaran menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap peraturan tersebut masih belum optimal.


Menurut sumber yang berasal dari Komdigi, tindakan pengawasan ini sangat penting karena penggunaan platform tersebut oleh anak-anak semakin meningkat. "Kami merasa perlu untuk memastikan bahwa konten yang tersedia di Roblox dan YouTube aman untuk anak-anak. Kami berkomitmen untuk melindungi generasi muda dari konten yang dapat membahayakan mereka," ungkap seorang pejabat Komdigi.


Pengawasan dilakukan dengan cara memantau konten yang diunggah serta interaksi pengguna di kedua platform tersebut. Komdigi juga melakukan kolaborasi dengan platform untuk menegakkan kepatuhan terhadap regulasi yang telah ditetapkan. Meskipun demikian, hasil pengawasan menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan terhadap PP Tunas masih di bawah harapan. Hal ini mengindikasikan bahwa perlu ada langkah-langkah lebih lanjut untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dari pihak pengelola platform.


Salah satu pengamat media digital berpendapat bahwa ketidakpatuhan ini juga dipengaruhi oleh kompleksitas konten yang ada di platform tersebut. "Roblox dan YouTube memiliki jutaan konten yang diunggah setiap harinya. Tidak mudah untuk memantau semuanya secara efektif," katanya. Ia menambahkan bahwa meskipun ada algoritme yang membantu, kontrol manusia tetap diperlukan untuk menindaktegas konten yang tidak pantas.


Komdigi juga menggalakkan program edukasi untuk orang tua dan anak-anak mengenai pentingnya keselamatan dalam berinternet. Mereka berharap dengan meningkatnya kesadaran dan pengetahuan, pengguna dapat lebih bijak dalam memilih konten yang diakses. "Pendidikan adalah kunci. Kami ingin orang tua lebih proaktif dalam mengawasi aktivitas online anak-anak mereka," jelas pejabat Komdigi lainnya.


Saat ini, Komisi Digital terus mengevaluasi langkah-langkah yang diambil dalam pengawasan ini. Dengan semakin banyaknya kasus pelanggaran yang teridentifikasi, tantangan untuk mencapai 100% kepatuhan terhadap PP Tunas masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Program-program baru dan perbaikan terhadap prosedur pengawasan diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan dan perlindungan bagi pengguna, terutama anak-anak.


Situasi ini menunjukkan perlunya kerjasama antara pemerintah, platform digital, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan online yang aman dan bermanfaat. Perkembangan selanjutnya akan menjadi perhatian utama bagi Komdigi dan seluruh stakeholder terkait.


Tidak ada tag untuk artikel ini

// Artikel Terkait