Pemerintah Indonesia menetapkan batas waktu bagi peserta Tax Amnesty (TA) dan Program Pengungkapan Sukarela (PPS) untuk melaksanakan komitmen repatriasi aset dari luar negeri hingga akhir tahun 2026. Setelah periode tersebut, pengawasan akan diperketat dengan melibatkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa pemerintah telah memberikan berbagai kemudahan kepada wajib pajak, termasuk sosialisasi, insentif, dan tawaran instrumen investasi agar dana dapat kembali ke Indonesia. Namun, hasil yang diharapkan belum tercapai. "Lama-lama saya pikir, ngapain ngundang-ngundang ke sini? Kalau nggak mau masuk juga dikasih fasilitas-fasilitas ya. Ada Patriot Bond nanti, ada ini. Kalau nggak masuk juga, nanti setiap dana yang masuk ke sini, saya periksa pajaknya. Orang-orang yang bawa ke sini," ungkap Purbaya di Jakarta pada Kamis, 23 Juli 2026.
Peluang Terakhir untuk Repatriasi Aset
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah masih memberikan kesempatan hingga 31 Desember 2026 bagi peserta TA dan PPS untuk memenuhi komitmen repatriasi dan pengungkapan harta mereka. Selama periode ini, pemerintah tidak akan melakukan pemeriksaan khusus terhadap dana yang masuk. Namun, mulai awal tahun 2027, pendekatan tersebut akan berubah.
Perubahan Pendekatan Pengawasan
Setiap aliran dana yang masuk ke Indonesia akan menjadi objek penelusuran pajak dengan bekerja sama dengan PPATK untuk memastikan kepatuhan wajib pajak, terutama bagi peserta tax amnesty yang belum memenuhi kewajibannya. "Awal tahun (2027) saya akan kerjain seperti itu. Itu kan normal. Cuma selama ini nggak dikerjain aja. Jadi, begitu dana masuk, saya akan kerja sama PPATK, kita periksa pajaknya. Sampai akhir tahun (2026) saya akan diem," tegasnya.
Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah akan beralih dari pendekatan persuasif menuju pengawasan yang lebih ketat. Diharapkan, peserta TA dan PPS segera merealisasikan repatriasi aset sebelum masa toleransi berakhir, agar tidak menghadapi pemeriksaan pajak yang lebih mendalam pada tahun 2027.