Sejumlah perusahaan global menunjukkan minat untuk membeli kredit karbon dari Indonesia setelah pertemuan yang berlangsung di London Climate Action Week. Di antara nama-nama yang tertarik terdapat Amazon, Google, Microsoft, Lufthansa, dan Manchester United, yang semuanya mengekspresikan ketertarikan terhadap pengembangan pasar karbon di Indonesia.
Wakil Ketua MPR RI dan delegasi Indonesia untuk London Climate Action Week, Eddy Soeparno, mengungkapkan bahwa ia telah berkomunikasi dengan berbagai perusahaan besar tersebut saat menghadiri forum perubahan iklim di London baru-baru ini. "Kami baru kembali dari London Climate Action Week. Kami bertemu dengan begitu banyak pengembang proyek karbon, dan mereka antusias sekali. Begitu banyak pembeli, calon pembeli karbon di Indonesia, dari Amazon.com, Google, Microsoft, Lufthansa, Manchester United, banyak sekali," ujarnya dalam konferensi pers Komite Pengarah Nilai Ekonomi Karbon di Jakarta.
Pemerintah Siapkan Sistem Registri Unit Karbon
Menurut Eddy, tingginya minat dari perusahaan internasional ini merupakan sinyal positif bagi perkembangan perdagangan karbon di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah berencana meluncurkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) pada 9 Juli 2026 sebagai dasar untuk transaksi karbon nasional. "SRUK ini merupakan pintu yang membuka kesempatan kita untuk lepas landas kegiatan karbon, perdagangan karbon kita. Dan ini diharapkan oleh banyak pihak, dan insyaallah tanggal 9 ini merupakan tonggak untuk pembukaan dari SRUK itu," jelasnya.
Apresiasi Internasional Terhadap SRUK
Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim Djojohadikusumo, menyatakan bahwa peluncuran SRUK adalah pencapaian penting karena sistem ini telah lama dinantikan oleh masyarakat internasional sejak disepakatinya Perjanjian Paris pada COP21 tahun 2015. "Ini adalah suatu prestasi yang amat luar biasa karena sudah ditunggu oleh masyarakat internasional sejak COP21 di Paris tahun 2015. Dan alhamdulillah sudah, sistem sudah siap untuk launching," ungkap Hashim.
Ia juga menambahkan bahwa kesiapan Indonesia dalam membangun ekosistem perdagangan karbon mendapat apresiasi dari berbagai negara dan lembaga internasional. "Saya mau sampaikan saja bahwa sudah dapat pujian-pujian yang banyak, yang luar biasa dari cukup banyak perwakilan asing, ya duta besar, juga perwakilan dari lembaga-lembaga internasional seperti Bank Dunia, seperti masyarakat Eropa, European Union, dan sebagainya," tutupnya.