Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi terjadinya kebocoran anggaran terkait pengadaan 25 ribu motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta. Kebocoran ini terjadi karena adanya celah dalam perangkat lunak Direktorat Jenderal Anggaran yang memungkinkan pengadaan motor untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan meskipun sebelumnya ditolak.
Pembaruan Sistem untuk Mencegah Kebocoran
Purbaya menjelaskan bahwa pengadaan motor listrik BGN sempat ditolak, namun akhirnya bisa lolos melalui celah dalam sistem. "Itu software dari ditjen anggaran, itu sedang diperbaiki sehingga enggak kebobolan kayak kemarin tuh. Ya kan? Kan kebobolan kan, tahun lalu. Waktu kita sudah menolak beli motor untuk BGN. Jadi sudah saya tolak," ungkapnya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta.
Menanggapi insiden tersebut, Bendahara Negara menegaskan bahwa pihaknya akan meningkatkan pengawasan terhadap pengadaan belanja Kementerian Lembaga (K/L). Ia menambahkan bahwa perangkat lunak yang digunakan oleh Direktorat Jenderal Anggaran telah diperbaiki untuk mencegah kebocoran serupa di masa mendatang. "Rupanya ada kebocoran dari cara melewati itu sehingga softwarenya, sehingga sempat keluar. Sekarang sudah kita perbaiki dan hal seperti itu akan kita semaksimal mungkin," jelas Purbaya.
Progres Pengadaan Motor Listrik BGN
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menginformasikan bahwa pihaknya telah melakukan pengadaan sebanyak 21.801 unit motor listrik dari total target 25.644 unit. Dadan menjelaskan bahwa pengadaan ini telah direncanakan dalam anggaran tahun 2025 untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Motor listrik tersebut akan digunakan untuk mendukung mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). "Pengadaan motor listrik ini sudah direncanakan dalam anggaran tahun 2025 sebagai bagian dari dukungan operasional Program MBG, khususnya untuk menunjang mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi," kata Dadan.
Selain itu, Purbaya juga telah mencopot Luky Alfirman dari jabatan Direktur Jenderal Anggaran pada bulan April lalu, serta Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu.