Menteri Keuangan Purbaya Yudhi memberikan tanggapan mengenai keraguan yang ditunjukkan oleh investor global terhadap ketahanan ekonomi Indonesia, khususnya di tengah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Dalam upaya menjaga stabilitas pembiayaan nasional, pemerintah Indonesia sedang menjajaki peluang investasi dari Tiongkok dengan bunga yang lebih rendah.
Purbaya menceritakan pengalamannya saat melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat, di mana ia bertemu dengan sejumlah investor global. Dalam pertemuan tersebut, beberapa investor asing mengekspresikan kekhawatiran mereka tentang kondisi ekonomi Indonesia, terutama terkait dampak dari konflik antara AS dan Iran. Mereka menyatakan bahwa jika kinerja ekonomi Indonesia tidak baik, maka investasi yang akan mereka tanamkan di Indonesia akan sangat terbatas. "Salah satu yang ditanyakan investor di sana adalah, ini kan dia nekan kita kan, 'Kalau Anda enggak bagus, saya invest-nya sedikit'. Ya kira-kira begitu, tapi ngomongnya halus," ungkap Purbaya saat konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026.
Kondisi Ekonomi yang Membaik
Menyikapi tekanan tersebut, Purbaya menegaskan bahwa kondisi perekonomian Indonesia sebenarnya menunjukkan perbaikan. Ia mengajak para investor untuk tidak ragu dalam melakukan investasi di Indonesia. Purbaya juga menyampaikan bahwa ia telah melakukan diskusi dengan pihak Tiongkok yang menunjukkan minat besar untuk berinvestasi di Indonesia, bahkan dengan bunga yang lebih rendah. "Saya sudah ke China juga. China amat berminat untuk melakukan investasi di kita. Timbal balik kita juga di sana, dan bunganya lebih rendah, hanya 2,3 persen," jelasnya.
Kepercayaan Investor yang Masih Tinggi
Purbaya menambahkan bahwa ia memberikan sinyal kepada investor bahwa jika mereka tidak ingin berinvestasi, masih ada pilihan lain yang lebih menguntungkan. "Jadi saya kasih sinyal ke mereka, kalau lu enggak mau, yang lain ada yang mau, yang lebih murah, kira-kira begitu," ujarnya. Menurut laporan Kementerian Keuangan per Maret 2026, realisasi pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp 257,4 triliun, yang menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap pemerintah tetap tinggi. "Jadi segi pembiayaan, enggak ada masalah. Investor masih berminat ke kita dan kepercayaan mereka ke kita masih tinggi," tutupnya.
Baca Juga Gaji ke-13 ASN, TNI, Polri, dan Pensiunan Dipotong? Ini Kata Purbaya.