JAKARTA, iNews.id — Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga lari jarak jauh semakin populer di masyarakat, menunjukkan peningkatan kesadaran akan kesehatan. Antusiasme terhadap maraton juga semakin tinggi, seperti terlihat dari banyaknya peserta yang mengikuti Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026, yang diikuti oleh 45.500 pelari, termasuk 1.012 peserta internasional dari 52 negara.
Seiring dengan meningkatnya popularitas olahraga ketahanan ini, para pelari diingatkan untuk tidak hanya berkonsentrasi pada latihan fisik dan peningkatan stamina. Kebutuhan akan cairan dan mineral dalam tubuh juga merupakan elemen penting yang mempengaruhi performa dan keselamatan saat berlari.
Pentingnya Asupan Mineral
Medical Director JAKIM, dr Andhika Raspati, SpKO, menjelaskan bahwa selama berlari sejauh puluhan kilometer, tubuh kehilangan cairan dan mineral dalam jumlah yang signifikan melalui keringat. "Pada olahraga ketahanan seperti marathon, tubuh kehilangan cairan dan mineral melalui keringat dalam jumlah yang cukup besar. Karena itu, air mineral yang dikonsumsi pelari perlu memiliki kualitas yang baik, aman, bersih, serta mengandung mineral yang seimbang untuk membantu proses penyerapan cairan dalam tubuh," ungkap dr Andhika dalam keterangan resminya yang disampaikan pada Selasa (16/6/2026).
Kesadaran Akan Kesehatan yang Meningkat
Dengan semakin banyaknya peserta dalam berbagai ajang marathon, hal ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan kebugaran. Oleh karena itu, para pelari diharapkan dapat memperhatikan asupan cairan dan mineral agar dapat menjalani aktivitas lari dengan aman dan optimal.