Data dari Panel Harga Pangan Nasional Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia pada 14 Juni 2026 menunjukkan adanya penurunan harga yang signifikan pada komoditas cabai dan produk protein hewani. Namun, harga beras dan minyak goreng kemasan justru mengalami kenaikan di pasar nasional.
Dalam laporan yang dirilis melalui situs resmi Bank Indonesia, terlihat bahwa harga cabai merah besar, cabai merah keriting, dan cabai rawit hijau mengalami penurunan yang cukup tajam dibandingkan dengan laporan sebelumnya. Sebaliknya, harga beras di berbagai kelas mutu dan minyak goreng pabrikan mengalami peningkatan.
Penurunan Harga Cabai dan Daging
Berdasarkan data agregat, harga cabai merah besar turun sebesar 5,03 persen atau Rp3.250, menjadi Rp61.300 per kilogram. Cabai merah keriting juga mengalami penurunan hingga 7,95 persen, setara dengan Rp4.850, sehingga harganya menjadi Rp56.150 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit hijau turun 2,62 persen menjadi Rp53.900 per kilogram, dan cabai rawit merah mengalami penurunan tipis 1,52 persen menjadi Rp74.550 per kilogram.
Dari sektor peternakan, harga daging ayam ras segar di tingkat pedagang eceran turun 2,49 persen atau Rp950, menjadi Rp37.200 per kilogram. Selain itu, harga telur ayam ras segar juga mengalami deflasi sebesar 0,99 persen, menyusut Rp300 menjadi Rp30.100 per kilogram. Namun, harga daging merah justru menunjukkan tren kenaikan, di mana daging sapi kualitas 1 naik 0,07 persen menjadi Rp148.600 per kilogram, dan daging sapi kualitas 2 naik 0,32 persen menjadi Rp139.650 per kilogram.
Kenaikan Harga Beras dan Bawang
Di sektor perberasan, hampir semua varian mutu mengalami kenaikan harga. Beras kualitas bawah I naik 0,35 persen menjadi Rp14.650 per kilogram, beras kualitas bawah II juga naik 0,35 persen menjadi Rp14.500 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas medium I naik 0,31 persen menjadi Rp16.250 per kilogram, dan beras kualitas super I naik 0,29 persen menjadi Rp17.550 per kilogram.
Sementara itu, komoditas bawang merah dan bawang putih mencatatkan lonjakan harga yang cukup signifikan dibandingkan dengan bahan pokok lainnya. Kenaikan harga ini menjadi perhatian bagi konsumen yang mengandalkan bahan-bahan tersebut dalam kebutuhan sehari-hari.