Sunday, 16 August 2026
Gaya Hidup

Kembali ke Sekolah, Waspadai Ancaman Demam Berdarah Dengue

Saat tahun ajaran baru dimulai, orang tua disibukkan dengan persiapan kebutuhan sekolah anak. Namun, di tengah antusiasme tersebut, ada risiko kesehatan yang perlu diwaspadai, yaitu demam berdarah den...

D
Dewi Kartika Lestari
31 July 2026 56 pembaca
Advertisement
Advertisement
inews.id Sumber: inews.id

JAKARTA, iNews.id - Dengan dimulainya tahun ajaran baru, orang tua biasanya mempersiapkan berbagai kebutuhan sekolah anak, termasuk seragam, buku, dan perlengkapan belajar. Namun, di balik semangat kembali ke sekolah, terdapat ancaman kesehatan yang harus diperhatikan, yaitu demam berdarah dengue (DBD).

Risiko penularan DBD tidak hanya terjadi di rumah, tetapi juga di lingkungan sekolah. Anak-anak menghabiskan banyak waktu di sekolah untuk belajar, bermain, berolahraga, serta mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, sehingga meningkatkan peluang mereka terpapar gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Data Kesehatan yang Mengkhawatirkan

Data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk periode 2018-2025 menunjukkan bahwa kelompok usia 5-14 tahun secara konsisten menjadi kelompok dengan proporsi kematian tertinggi akibat dengue. Pada tahun 2025, diperkirakan sebanyak 59 persen kematian akibat DBD akan terjadi pada anak-anak berusia 0-14 tahun.

Pentingnya Kewaspadaan Terhadap DBD

Dokter dan kreator konten kesehatan, dr. Ikhsanuddin Qothi, menekankan bahwa masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa DBD hanya muncul saat musim hujan. Padahal, virus dengue dapat mengancam kapan saja. "DBD bukan penyakit musiman. Risiko penularannya ada sepanjang tahun, sehingga kewaspadaan juga perlu dijaga setiap saat," ujar dr. Ikhsan dalam pernyataannya pada hari Jumat (31/7/2026).

// Artikel Terkait