Wednesday, 01 July 2026
Gaya Hidup

Frekuensi Ereksi Pagi Pria Ternyata Terkait dengan Risiko Kesehatan Serius

Ereksi pagi pada pria tidak hanya berhubungan dengan kesehatan reproduksi, tetapi juga dapat menjadi indikator kesehatan secara keseluruhan. Penurunan frekuensi ereksi pagi dapat meningkatkan risiko k...

N
Nabila Safira Putri
30 June 2026 19 pembaca
Advertisement
Advertisement
inews.id Sumber: inews.id

JAKARTA, iNews.id - Frekuensi ereksi yang terjadi di pagi hari pada pria ternyata memiliki implikasi yang lebih luas daripada sekadar kesehatan reproduksi. Dokter dan edukator kesehatan, dr Adam Prabata, menjelaskan bahwa kondisi ini juga dapat menjadi indikator kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk kaitannya dengan risiko kematian.

Dalam sebuah unggahan di akun media sosial X, dr Adam menekankan pentingnya perhatian bagi pria yang mulai jarang mengalami ereksi saat bangun tidur. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan penelitian ilmiah, kondisi ini memiliki hubungan signifikan dengan peningkatan risiko kematian. "Perhatian!! Jarang ereksi di pagi hari berhubungan dengan peningkatan risiko kematian pada laki-laki," tulis dr Adam.

Penelitian Menunjukkan Hubungan yang Kuat

Dr Adam menjelaskan bahwa sebuah studi menunjukkan bahwa pria yang jarang mengalami ereksi di pagi hari memiliki risiko kematian yang 28 persen lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang masih rutin mengalami ereksi saat bangun tidur. "Penelitian ini menunjukkan bahwa ternyata laki-laki yang jarang ereksi di pagi hari memiliki risiko kematian 28 persen lebih tinggi dibandingkan dengan yang masih rutin ereksi," jelasnya.

Pentingnya Kesadaran Kesehatan

Dengan informasi ini, dr Adam mengingatkan para pria untuk lebih waspada terhadap perubahan dalam pola ereksi pagi mereka. Kesadaran akan kondisi ini bisa menjadi langkah awal dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan dan mencegah risiko yang lebih serius di masa depan.

// Artikel Terkait