Sunday, 17 May 2026
Kesehatan

Empat Kategori Baru dalam Nutri Level Indonesia: Apa Artinya bagi Konsumen?

Empat kategori dalam Nutri Level Indonesia diumumkan, menawarkan panduan lebih jelas bagi konsumen tentang nilai gizi makanan. Apa yang perlu diketahui?

H
Hanafi Syahputra
07 April 2026 14 pembaca
Empat Kategori Baru dalam Nutri Level Indonesia: Apa Artinya bagi Konsumen?
Sumber gambar: health.detik.com

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan baru-baru ini mengumumkan perombakan sistem Nutri Level, yang kini akan dibagi menjadi empat kategori. Keputusan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih baik kepada masyarakat mengenai nilai gizi produk makanan yang mereka konsumsi.

Dari informasi yang diperoleh, kategori-kategori tersebut mencakup: kategori makanan bergizi, makanan dengan gizi seimbang, makanan dengan batas asupan gizi, dan makanan yang tidak dianjurkan. Dengan adanya pemisahan ini, diharapkan konsumen dapat lebih mudah mengenali jenis makanan yang sesuai untuk kesehatan mereka. "Ini adalah langkah penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi dalam setiap makanan yang kita konsumsi," ungkap Dr. Maria Widiastuti, seorang ahli gizi dari Universitas Indonesia.

Pengelompokan ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka penyakit tidak menular di Indonesia, yang sebagian besar disebabkan oleh pola makan yang kurang sehat. Kementerian Kesehatan mencatat, pada tahun 2022, sekitar 34,3% penduduk Indonesia mengalami masalah kelebihan berat badan dan obesitas. "Dengan sistem ini, diharapkan masyarakat bisa lebih selektif dalam memilih makanan, sehingga dapat meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan," lanjut Dr. Maria.

Setiap kategori memiliki kriteria yang jelas. Makanan bergizi akan mencakup produk dengan tinggi serat, vitamin, dan mineral. Sementara itu, kategori makanan dengan gizi seimbang adalah produk yang memenuhi standar minimal gizi yang dibutuhkan. Kategori bagi makanan dengan batas asupan gizi mengindikasikan produk yang baik, namun harus dibatasi konsumsinya. Terakhir, makanan yang tidak dianjurkan adalah produk yang berisiko tinggi bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.

Selain itu, untuk membantu konsumen lebih memahami kategori ini, pemerintah juga berencana meluncurkan kampanye edukasi yang mencakup berbagai platform, termasuk media sosial dan seminar kesehatan. "Kami ingin memastikan bahwa setiap orang memiliki akses ke informasi yang mudah dipahami tentang apa yang mereka makan," jelas seorang pejabat dari Kementerian Kesehatan.

Perubahan ini diharapkan bisa mendorong industri makanan untuk lebih transparan dalam mencantumkan informasi gizi pada kemasan produk mereka. Masyarakat juga diajak untuk lebih aktif membaca label nutrisi sebelum membeli makanan. "Konsumen berhak tahu apa yang mereka masukkan ke dalam tubuh mereka," tegas Dr. Maria.

Dengan peluncuran ini, diharapkan ada peningkatan dalam pola makan sehat di kalangan masyarakat Indonesia. Melihat dampak positif yang mungkin terjadi, pemerintah akan terus memantau implementasi serta respons dari masyarakat terkait kategori Nutri Level yang baru ini. Dalam waktu dekat, akan ada evaluasi berkala untuk mengukur efektivitas sistem yang baru diterapkan ini.

Tidak ada tag untuk artikel ini

// Artikel Terkait