Saturday, 15 August 2026
Gaya Hidup

Davina Karamoy Tampil dengan Kalung Salib, Isu Pindah Agama Muncul di Media Sosial

Artis Davina Karamoy menjadi sorotan publik setelah terlihat mengenakan kalung salib, memicu spekulasi mengenai perubahan agama. Namun, penjelasan di balik penampilannya tersebut ternyata berbeda.

R
Reza Mahendra
15 July 2026 87 pembaca
Advertisement
Advertisement
inews.id Sumber: inews.id

JAKARTA - Artis Davina Karamoy tiba-tiba menjadi viral di media sosial setelah muncul dalam sebuah video mengenakan kalung salib. Banyak pengguna internet yang mempertanyakan apakah ia telah berpindah agama. Dalam unggahan terbarunya di akun Instagram, Davina, yang juga merupakan kekasih dari Ardhito Pramono, terlihat mengenakan aksesori tersebut, yang langsung memicu berbagai spekulasi di kalangan warganet.

Salah satu netizen menuliskan, "Kalung salib, apakah otw?" sementara yang lainnya bertanya, "Sayang, kamu pindah agama?" Komentar-komentar ini menunjukkan betapa cepatnya isu ini menyebar dan menjadi perbincangan hangat di dunia maya. Banyak yang berasumsi bahwa Davina memberikan sinyal terkait perubahan keyakinannya.

Penjelasan di Balik Kalung Salib

Namun, anggapan tersebut segera dibantah oleh netizen lain yang mengetahui alasan sebenarnya di balik penampilannya. Mereka menjelaskan bahwa kalung salib yang dikenakan Davina bukanlah simbol dari keyakinan pribadi, melainkan merupakan bagian dari karakter yang sedang ia perankan dalam film terbaru.

Kalung tersebut merupakan properti yang digunakan dalam syuting film berjudul 'Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki', yang diproduksi oleh Baim Wong. Dengan demikian, isu mengenai perubahan agama Davina Karamoy dapat dianggap tidak berdasar dan hanya merupakan spekulasi belaka.

Respons Warganet

Reaksi dari warganet pun beragam, ada yang penasaran dan ada pula yang langsung memberikan klarifikasi. Hal ini menunjukkan betapa cepatnya informasi dapat menyebar dan bagaimana publik seringkali terburu-buru dalam menarik kesimpulan tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya.

Dengan penjelasan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi isu-isu yang beredar, terutama yang berkaitan dengan keyakinan dan identitas seseorang.

// Artikel Terkait