Sunday, 17 May 2026
Kesehatan

Bahaya Mengonsumsi Siomay Ikan Sapu-sapu: Penjelasan dari Ahli Gizi

Ikan sapu-sapu di Indonesia sering dianggap berbahaya untuk kesehatan karena mengandung logam beracun. Ahli gizi menjelaskan dampak yang mungkin terjadi jika ikan ini tetap dikonsumsi.

I
Intan Permatasari
05 May 2026 7 pembaca
Bahaya Mengonsumsi Siomay Ikan Sapu-sapu: Penjelasan dari Ahli Gizi
Foto: Muhammad Reevanza/detikfoto

Di Indonesia, ikan sapu-sapu sering kali dianggap sebagai makanan yang tidak aman untuk dikonsumsi. Hal ini disebabkan oleh kandungan logam berbahaya seperti timbal dan merkuri yang terdapat dalam ikan tersebut. Meskipun demikian, masih ada beberapa orang yang mengolah ikan ini menjadi makanan seperti siomay.


Nutrisionis Rita Ramayulis menjelaskan bahwa tubuh memiliki mekanisme alami untuk mengeluarkan zat beracun yang masuk, dengan hati sebagai organ utama yang berperan dalam proses ini. "Kalau terlalu banyak racun yang masuk ke dalam, tubuh kita itu mengeluarkan enzim, nama enzimnya coenzyme p450," ungkapnya. Enzim ini dapat mengubah zat berbahaya menjadi bentuk yang lebih mudah dikeluarkan dari tubuh. Namun, kemampuan hati untuk menetralisir racun memiliki batasan.


Rita menekankan bahwa jika zat beracun terakumulasi dalam jumlah yang tinggi, hati tidak akan mampu mengatasi semua racun tersebut, yang dapat mengakibatkan kerusakan organ. Dalam jangka panjang, paparan logam berat seperti merkuri dapat menyebabkan masalah serius, termasuk sirosis hati dan gagal ginjal. "Kalau cemaran atau logamnya banyak, ginjalnya jebol juga," tambahnya.


Selain itu, konsumsi ikan sapu-sapu juga berisiko terkait dengan zat karsinogenik yang dapat menyebabkan penumpukan sel-sel tua dalam tubuh. Sel-sel ini berpotensi menjadi penyebab kanker. Rita mengingatkan bahwa peningkatan kasus kanker, sirosis, dan gagal ginjal dapat dihubungkan dengan banyaknya zat berbahaya yang dikonsumsi dari makanan, termasuk ikan sapu-sapu.


Dengan demikian, penting bagi masyarakat untuk menyadari risiko kesehatan yang terkait dengan konsumsi ikan sapu-sapu dan mempertimbangkan pilihan makanan yang lebih aman di masa depan.


// Artikel Terkait