Arab Saudi dan sekelompok investor telah menyelesaikan akuisisi terhadap Electronic Arts (EA), sebuah perusahaan game terkemuka, dengan nilai mencapai US$55 miliar atau sekitar Rp983,6 triliun, berdasarkan kurs Rp17.892 per dolar AS. Pengumuman resmi mengenai transaksi ini disampaikan pada Selasa malam, hanya beberapa hari setelah mendapatkan persetujuan dari Uni Eropa, yang merupakan regulasi terakhir yang dibutuhkan.
EA dikenal luas melalui berbagai judul game ikoniknya, seperti EA FC (sebelumnya bernama Fifa), The Sims, Madden NFL, dan Battlefield. Proses akuisisi ini dilakukan oleh Public Investment Fund (PIF) milik Arab Saudi, bersama dengan Affinity Partners yang dipimpin oleh Jared Kushner, menantu mantan Presiden AS Donald Trump, serta Silver Lake Partners.
Transformasi EA Menjadi Perusahaan Privat
Jared Kushner menyatakan, "EA telah menciptakan berbagai cerita, karakter, dan komunitas yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari ratusan juta orang." Ia menambahkan, "Kami sangat bersemangat untuk mendukung perusahaan ini agar dapat menjangkau lebih banyak audiens, menginspirasi generasi kreator berikutnya, dan memperluas cara masyarakat di seluruh dunia saling terhubung melalui permainan."
Dengan akuisisi ini, EA resmi bertransformasi menjadi perusahaan privat, mengakhiri statusnya sebagai perusahaan publik yang terdaftar di bursa saham selama 36 tahun. Sebagai perusahaan privat, EA tidak lagi diwajibkan untuk melaporkan kinerja keuangannya setiap kuartal, yang menurut beberapa analis dapat mengurangi pengawasan publik dan tekanan untuk memenuhi target finansial jangka pendek.
Implikasi dan Tantangan di Masa Depan
Meskipun langkah privatisasi sering kali diiringi dengan pemutusan hubungan kerja dan efisiensi biaya, hingga saat ini belum ada indikasi bahwa EA akan melakukan hal tersebut. Sebelumnya, EA sempat memangkas sekitar 5 persen dari total tenaga kerjanya pada tahun 2024. Pada Maret 2025, perusahaan ini memiliki sekitar 14.500 karyawan, sebelum kembali mengurangi beberapa ratus pegawai pada bulan Mei.
Game-game yang diproduksi oleh EA masih memiliki basis penggemar yang setia, meskipun pertumbuhan pendapatan tahunan mereka terpantau stagnan dalam beberapa tahun terakhir, berkisar antara US$7,4 miliar hingga US$7,6 miliar. Persaingan di industri game semakin ketat, terutama dari pengembang game seluler seperti Epic Games. Di sisi lain, salah satu pesaing terbesar EA, Activision Blizzard, juga telah diakuisisi oleh Microsoft dengan nilai hampir US$69 miliar pada tahun 2023.