Wednesday, 01 July 2026
Tekno

Apakah Mengisi Daya Ponsel Hingga 100 Persen Itu Buruk?

Banyak orang mengisi daya ponsel mereka hingga penuh, namun ada mitos yang menyatakan bahwa sebaiknya tidak melakukan hal tersebut. Apa sebenarnya yang terjadi jika ponsel dicas sampai 100 persen?

A
Adib Ahmad Rizaldi
22 June 2026 17 pembaca
Ilustrasi. Mitos tentang pengisian baterai ponsel hingga 100% dibahas. Pengisian yang tepat dan suhu berpengaruh pada kesehatan baterai. (Foto: iStockphoto/by sonmez)
Ilustrasi. Mitos tentang pengisian baterai ponsel hingga 100% dibahas. Pengisian yang tepat dan suhu berpengaruh pada kesehatan baterai. (Foto: iStockphoto/by sonmez)

Jakarta, CNN Indonesia -- Umumnya, pengguna ponsel mengisi daya baterai hingga mencapai 100 persen. Namun, ada anggapan yang beredar bahwa pengisian daya ponsel sebaiknya tidak dilakukan hingga penuh. Pertanyaannya adalah, apakah benar pengisian daya ponsel sampai 100 persen itu tidak dianjurkan?

Salah satu perhatian utama pengguna ponsel adalah kesehatan baterai. Banyak orang mempertimbangkan kapasitas dan daya tahan baterai saat memilih ponsel. Namun, seiring berjalannya waktu, daya tahan dan kesehatan baterai dapat menurun. Oleh karena itu, penting untuk merawat baterai dengan baik agar umurnya lebih panjang, salah satunya dengan memperhatikan cara pengisian daya.

Mitos dan Fakta Tentang Pengisian Daya Baterai

Menurut laman Android Authority, salah satu mitos yang sering dipercaya adalah bahwa baterai ponsel perlu dikosongkan hingga habis sebelum diisi penuh. Namun, hal ini tidak berlaku untuk baterai ponsel modern yang umumnya menggunakan teknologi lithium-ion. Dalam penjelasannya, disarankan agar pengguna tidak membiarkan ponsel dicas hingga 100 persen dan kemudian menggunakannya hingga habis.

Ketika kapasitas baterai mendekati 70 persen, proses pengisian daya akan melambat. Setelah itu, arus pengisian akan berkurang secara perlahan hingga baterai mencapai kapasitas maksimal. Pada fase pengisian dari 70 hingga 100 persen, tingkat tegangan listrik yang diterima oleh baterai semakin meningkat.

Pengaruh Pengisian Daya Terhadap Kesehatan Baterai

Beberapa orang percaya bahwa pengisian daya hingga 100 persen dapat mempercepat penurunan kesehatan baterai karena tingginya tegangan listrik yang diterima. Di sisi lain, mengisi daya ponsel dalam rentang 30 hingga 70 atau 80 persen diyakini dapat mengurangi beban pada baterai dan memperpanjang umurnya.

Namun, menurut CNET, kesehatan baterai tidak hanya dipengaruhi oleh seberapa sering dan berapa persen daya yang diisi. Faktor lain seperti tegangan, suhu, dan pola penggunaan juga sangat penting. Menjaga baterai dalam keadaan terisi penuh terlalu lama dapat menyebabkan tekanan akibat tegangan tinggi. Ancaman terbesar bagi kesehatan baterai bukanlah dari pengisian berlebih, melainkan dari panas berlebih.

Ketika ponsel diisi daya sambil menjalankan aplikasi berat, suhu ponsel dapat meningkat, yang berpotensi merusak kesehatan baterai. Beberapa produsen ponsel modern telah menyediakan fitur perlindungan baterai yang membatasi pengisian hingga sekitar 80 persen untuk mengurangi tekanan pada baterai.

Dengan demikian, meskipun mengisi daya ponsel hingga 100 persen dapat berkontribusi pada penurunan kapasitas baterai, masih ada banyak faktor lain yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan baterai ponsel.

// Artikel Terkait