JAKARTA – Susu whey protein telah menjadi pilihan utama bagi banyak orang yang aktif di gym, karena diyakini dapat memenuhi kebutuhan protein dan mendukung pembentukan otot. Namun, ada sejumlah orang yang mengeluhkan kemunculan jerawat atau bruntusan di area punggung setelah rutin mengonsumsinya, yang membuat mereka ragu untuk melanjutkan penggunaan suplemen ini. Pertanyaannya, apakah whey protein benar-benar penyebab utama munculnya jerawat di punggung?
Penyebab Jerawat yang Beragam
Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, dr. Windy Keumala Budianti, Sp.DVE, Subsp.DAI, FINSDV, FAADV, menjelaskan bahwa fenomena ini dapat terjadi pada sebagian orang. Namun, ia menekankan bahwa tidak semua kasus jerawat di punggung disebabkan oleh whey protein.
Penjelasan dari Dokter
Dalam sebuah podcast yang dipandu oleh dokter dan influencer kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, dr. Windy menyampaikan bahwa kandungan protein yang tinggi dalam beberapa jenis whey protein dapat memengaruhi kondisi kulit, terutama di area punggung. "Memang pada beberapa kasus, enggak semua sih, ada memang whey protein mungkin tergantung kandungannya juga, itu ternyata juga mampu memicu ekskresi dari keringatnya itu menjadi papul karena kandungan protein yang tinggi. Tapi nggak selalu dibilang alergi sih," ungkap dr. Windy.
Dengan demikian, bagi mereka yang mengalami masalah kulit setelah mengonsumsi susu whey protein, penting untuk mempertimbangkan faktor lain dan tidak langsung mengaitkan masalah tersebut dengan suplemen yang dikonsumsi. Konsultasi dengan dokter dapat membantu menemukan solusi yang tepat.