Sunday, 17 May 2026
Tekno

40 Profesi yang Terancam Digantikan oleh AI, Apakah Pekerjaanmu Termasuk?

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang pesat menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan penggantian peran manusia dalam berbagai pekerjaan. Sebuah laporan menyebutkan ada 40 profesi yang berisiko tin...

N
Naufal Akbar Abdila
01 May 2026 7 pembaca
40 Profesi yang Terancam Digantikan oleh AI, Apakah Pekerjaanmu Termasuk?
Ilustrasi. Perkembangan AI yang cepat menimbulkan kekhawatiran akan penggantian peran manusia dalam pekerjaan. (Foto: istockphoto/Dragos Condrea)

Jakarta, CNN Indonesia -- Kecerdasan buatan (AI) yang berkembang dengan cepat menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi penggantian peran manusia dalam dunia kerja. Kekhawatiran ini didasari oleh berbagai penelitian serta pernyataan dari tokoh-tokoh terkemuka di bidang teknologi. Dengan laju perkembangan AI yang pesat, ada kemungkinan besar posisi manusia dalam pekerjaan akan tergeser.


Geoffrey Hinton, seorang ilmuwan komputer yang dikenal sebagai 'Godfather of AI', mengungkapkan bahwa AI dapat mengambil alih peran manusia dalam berbagai sektor. Ia menyatakan bahwa perkembangan AI yang semakin cepat dapat membuat kecerdasan manusia menjadi kurang relevan. "Saya rasa kita akan melihat AI menjadi jauh lebih hebat lagi. Di tahun 2026, kita akan melihat AI mulai memiliki kemampuan nyata untuk menggantikan peran manusia di berbagai sektor," ujarnya dalam wawancara dengan CNN.


Menurut laporan Microsoft yang dirilis pada 2025, terdapat 40 profesi yang paling terpengaruh oleh kemajuan AI dan memiliki potensi besar untuk digantikan. Pekerjaan-pekerjaan yang paling rentan adalah yang tugasnya dapat dilakukan oleh AI generatif, seperti penerjemah, penulis, dan ahli matematika. Secara umum, profesi yang berisiko tinggi digantikan oleh AI adalah yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, komputer, matematika, dan administrasi.


Meski demikian, Microsoft menekankan bahwa skor keterkaitan yang tinggi tidak berarti bahwa pekerjaan tersebut akan sepenuhnya diambil alih oleh AI. Pekerjaan yang berpotensi besar digantikan, seperti ilmuwan politik, jurnalis, dan analis manajemen, umumnya memerlukan gelar sarjana. Peneliti senior Microsoft, Kiran Tomlinson, menegaskan bahwa penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa AI dapat mengubah cara kerja, bukan sekadar menggantikan pekerjaan.


Berikut adalah daftar 40 pekerjaan yang paling terdampak oleh AI menurut Microsoft: penerjemah, sejarawan, pramugari, tenaga penjualan jasa, penulis, customer service, pemrogram alat CNC, operator telepon, agen tiket, penyiar, pegawai pialang saham, dan lainnya. Temuan ini menggambarkan hanya sebagian dari dampak revolusi AI yang lebih luas.


Ke depan, penting untuk terus memantau perkembangan teknologi AI dan memahami dampak sosial serta ekonominya terhadap berbagai profesi.


// Artikel Terkait