Pemerintah saat ini fokus menangani isu sampah di 71 kota yang tergabung dalam 22 aglomerasi yang mengalami kondisi darurat. Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan, menyatakan bahwa masalah sampah yang tak kunjung teratasi menjadi salah satu kekhawatiran utama Presiden Prabowo Subianto.
"Permasalahan sampah menjadi kerisauan yang mendalam bagi Bapak Presiden. Di mana-mana ada sampah, Presiden risau kalau mau menjadi bangsa yang hebat dan maju, masa mengelola sampah saja tidak bisa," ungkap Zulkifli saat memberikan sambutan pada acara Gerakan Pilah Sampah dan pencanangan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta di kawasan Rasuna Said, Jakarta, pada Minggu (10/5).
Tantangan dalam Pengelolaan Sampah
Menurut Zulkifli, meskipun teknologi untuk pengelolaan sampah sudah banyak dan bervariasi, penerapannya sering kali terhambat oleh berbagai aturan yang ada. Ia mencatat bahwa dalam kurun waktu 11 tahun, hanya dua proyek pengelolaan sampah yang menggunakan teknologi modern yang berhasil mendapatkan izin. Dari dua proyek tersebut, satu tidak berjalan dan yang lainnya hanya beroperasi secara sporadis.
Ia menjelaskan bahwa kompleksitas dan lamanya proses perizinan menjadi penghalang utama dalam mendirikan fasilitas pengolahan sampah. "Kita merumuskan ada aturan yang begitu panjang, kalau menyelesaikan satu persoalan sampah itu terlalu panjang. Karena itu terbitlah Perpres (Peraturan Presiden) No 109 tahun 2025 untuk memangkas perizinan," tambahnya.
Upaya Penyelesaian Masalah Sampah
Zulkifli juga menyampaikan bahwa pemerintah sedang berupaya menyelesaikan masalah sampah di 71 kota yang mengalami kondisi darurat. Beberapa daerah yang termasuk dalam kategori ini adalah Bantargebang, Tangerang Selatan, dan Bandung. "Yang darurat seperti Bantargebang, Bandung, Tangsel, kita akan selesaikan pada 2028," jelasnya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi membuka pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta di Plaza Festival Pedestrian, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Dalam acara tersebut, ia juga mendeklarasikan Gerakan Pilah Sampah dengan tema "Menuju 5 Abad, Jaga Jakarta Bersih".
Pramono menyatakan bahwa pencanangan HUT ke-499 diadakan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa Jakarta sedang melakukan perbaikan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menangani masalah sampah. "Maka hari ini, sesuai instruksi gubernur, kita akan mengadakan gerakan pilah sampah. Saya yakin, di bawah arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Menko Pangan, gerakan ini bisa dijalankan secara sungguh-sungguh," tegasnya.
Pramono berharap gerakan ini dapat menjadi langkah baru dalam menyelesaikan permasalahan sampah yang selama ini belum teratasi dengan baik.