Sunday, 17 May 2026
Nasional

Waspada Cuaca Ekstrem di Banten 3–8 Mei 2026, Wilayah Terdampak Teridentifikasi

BMKG memperingatkan masyarakat Banten mengenai potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi antara 3 hingga 8 Mei 2026, termasuk hujan lebat dan angin kencang.

S
Salsabila Nur Azzahra
03 May 2026 10 pembaca
Waspada Cuaca Ekstrem di Banten 3–8 Mei 2026, Wilayah Terdampak Teridentifikasi
Cuaca ekstrem mengintai wilayah Banten pada 3-8 Mei 2026. (Dok. Antara)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan kepada masyarakat Banten untuk waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang akan berlangsung dari tanggal 3 hingga 8 Mei 2026. Fenomena atmosfer yang sedang aktif diperkirakan dapat memicu hujan lebat disertai petir dan angin kencang.


Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II menjelaskan bahwa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat diperkirakan akan terjadi di beberapa wilayah. Dari tanggal 3 hingga 5 Mei 2026, daerah yang berpotensi terdampak antara lain Kabupaten Pandeglang bagian selatan, Kabupaten Lebak bagian tengah dan selatan, serta Kabupaten Tangerang bagian selatan dan Kota Tangerang Selatan. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga diperkirakan akan melanda Kabupaten Serang bagian barat dan selatan, Kota Serang, serta beberapa daerah lain di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Tangerang.


Selanjutnya, pada periode 6 hingga 8 Mei 2026, masyarakat diingatkan untuk tetap waspada terhadap hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mungkin terjadi di Kabupaten Pandeglang bagian utara, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Tangerang bagian selatan. Selain itu, BMKG juga mengingatkan adanya potensi gelombang tinggi kategori sedang (1,25 - 2,5 meter) di Selat Sunda bagian barat Pandeglang dan perairan selatan Pandeglang serta Lebak.


Dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada, terutama di daerah yang rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor. Masyarakat disarankan untuk melakukan langkah-langkah antisipatif, seperti memastikan saluran air tidak tersumbat, menghindari perjalanan ke daerah rawan banjir, dan mengamankan barang-barang penting. Selain itu, penting bagi masyarakat untuk memantau informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya.


// Artikel Terkait