Seorang pria lanjut usia berinisial GH (70) hampir menjadi korban penculikan saat sedang berolahraga pagi di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Peristiwa yang terekam oleh CCTV ini terjadi pada 16 April 2026, ketika korban sedang beraktivitas di sekitar rumahnya.
Penyelidikan Polisi Terhadap Kasus Penculikan
Kepala Unit Reskrim Polsek Metro Penjaringan, AKP Sampson Sosa Hutapea, mengungkapkan bahwa pihak kepolisian saat ini sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk mengejar pelaku yang terlihat jelas dalam rekaman kamera pengawas. "Iya baik rekan-rekan, bahwa Polsek Metro Penjaringan mendapatkan laporan polisi terkait dugaan percobaan penculikan dan atau penganiayaan yang terjadi pada tanggal 16 April pada pukul 06.55 WIB dengan korban seorang laki-laki atau bapak-bapak yang kita lihat ada rekaman CCTV-nya, bahwa ada satu unit mobil mengikuti korban lalu turun satu orang pelaku mencoba menarik korban untuk memaksa masuk ke dalam mobil," jelas Sampson.
Beruntung, korban berhasil melawan dan menggagalkan upaya penculikan tersebut. "Untungnya korban melakukan perlawanan sehingga pelaku tidak berhasil melakukan penculikan tersebut dan pergi dari TKP," tambahnya.
Analisis CCTV dan Upaya Penyelidikan
Saat ini, pihak kepolisian masih mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian untuk mengungkap siapa dalang di balik percobaan penculikan ini. Polisi juga sedang memetakan jalur pelarian pelaku berdasarkan rekaman CCTV. "Motifnya masih kita dalami dan tim sedang menelusuri titik-titik CCTV yang mengarah kepada TKP dan sudah melakukan penyelidikan untuk semoga dalam waktu dekat kita dapat mengungkap para pelaku ini," ungkapnya.
Berdasarkan analisis awal, diduga pelaku berjumlah lebih dari dua orang dan menggunakan sebuah mobil untuk mengincar korban yang sedang lengah. "Yang terlihat kalau dalam mobil itu ada satu pengemudi, ya kemungkinan berjumlah lebih dari dua," sebutnya.
Pihak kepolisian kini memanfaatkan metode penyelidikan modern untuk mengidentifikasi para pelaku, termasuk memeriksa akses masuk dan keluar kompleks perumahan tempat kejadian. "Kita masih belum bisa memastikan. Tentunya kita menggunakan scientific crime investigation, menganalisa CCTV, menganalisa rekaman CCTV juga, itu kan terjadi di kawasan perumahan, tentu kita lihat nanti di pintu masuk, akses masuk dari perumahan tersebut," tegasnya.
Korban, yang sehari-harinya bekerja sebagai karyawan swasta, tidak mengenali para pelaku yang menyerangnya. "Korban tidak mengenal," ucapnya. Korban juga menyatakan bahwa ia tidak pernah memiliki konflik dengan siapapun sebelum kejadian tersebut. "Tidak pernah ada masalah, tidak pernah punya musuh, dan ya selama ini hidup baik-baik saja dan dalam kejadian itu korban sedang, sedang olahraga pagi di sekitaran rumahnya," tambahnya.
Sampson menjelaskan bahwa korban sempat mengalami kekerasan fisik saat mempertahankan diri. Korban dan pelaku terlibat perkelahian hingga terjatuh di jalanan perumahan. "Jadi pelaku berusaha menarik korban, memaksa untuk mengajak masuk mobil, sampai pelaku dan korban bergelut, korban dan pelaku juga jatuh, tetapi karena korban melawan sehingga pelaku tidak berhasil mengambil korban dan memang korban sudah teriak di situ sehingga pelaku terlihat ketakutan dan meninggalkan lokasi," pungkasnya.