Wednesday, 01 July 2026
Nasional

Tragedi Nola Dya Sari: Calon Manajer Kopdes Meninggal Saat Latihan Militer

Nola Dya Sari, peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia, meninggal dunia mendadak saat mengikuti latihan dasar militer di Kelurahan Merah Putih. Kementerian Pertahanan mengungkapkan kro...

D
Dewi Kartika Lestari
27 June 2026 10 pembaca
Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengonfirmasi, korban meninggal peserta SPPI atau calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) bertambah jadi 5 orang. (Liputan6.com/Rifqy Alief Abiyya)
Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengonfirmasi, korban meninggal peserta SPPI atau calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) bertambah jadi 5 orang. (Liputan6.com/Rifqy Alief Abiyya)

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia memberikan penjelasan mengenai peristiwa meninggalnya Nola Dya Sari, seorang peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), yang mengalami kondisi darurat saat mengikuti latihan dasar militer (latsarmil) untuk calon manajer Koperasi Desa di Kelurahan Merah Putih.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan, menyatakan bahwa pada tanggal 26 Juni, Nola masih aktif mengikuti pembelajaran CMI dan Teknik Perkebunan tanpa keluhan kesehatan. Namun, sekitar pukul 18.45 WIB, Nola mengeluhkan sesak napas dan merasakan panas di seluruh tubuhnya. Tim kesehatan segera memberikan pertolongan awal dan merujuknya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Singkawang.

Pada pukul 19.20 WIB, Nola tiba di IGD dan langsung mendapatkan perawatan intensif. Selanjutnya, ia dirujuk ke RSUD Abdul Aziz Singkawang dan tiba di sana pada pukul 20.20 WIB untuk penanganan lebih lanjut. Dalam proses perawatan, terjadi henti jantung yang memerlukan tindakan resusitasi jantung paru (RJP) dan kardioversi. Sayangnya, meskipun telah dilakukan berbagai upaya medis, nyawanya tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.03 WIB.

Evaluasi Kesehatan Peserta

Ketut menegaskan bahwa sebelum mengikuti pendidikan, Nola telah menjalani tahapan seleksi kesehatan dan dinyatakan memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, terdapat catatan mengenai kelebihan berat badan yang dialaminya. Saat ini, hasil evaluasi medis masih dalam proses pendalaman untuk mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai kondisi yang dialami oleh Nola.

Prioritas Kesehatan dalam Pelatihan

Menurut Ketut, Menteri Pertahanan telah mengarahkan agar aspek kesehatan peserta menjadi prioritas utama. Hal ini mencakup pemeriksaan kesehatan berkala bagi peserta yang berisiko, penyesuaian intensitas kegiatan sesuai dengan kondisi peserta, serta penguatan pengawasan medis di satuan pendidikan. Kementerian Pertahanan juga berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan dukungan medis, terutama dalam upaya pencegahan, deteksi dini, dan penanganan penyakit paru serta penyakit menular di lingkungan pendidikan.

Ketut juga menekankan bahwa tujuan dari kegiatan ini bukanlah untuk membentuk peserta menjadi prajurit, melainkan agar mereka tetap menjalankan profesi dan tugas sipilnya sebagai calon manajer pengelola Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.

// Artikel Terkait