Thursday, 11 June 2026
Nasional

Tangkap Tangan KPK di Tulungagung: Terjeratnya Adik Bupati dan 12 Pejabat Daerah

KPK melakukan operasi tangkap tangan di Tulungagung, mengamankan Bupati Gatut Sunu Wibowo dan 12 pejabat daerah, termasuk adiknya.

N
Naufal Akbar Abdila
11 April 2026 20 pembaca
Tangkap Tangan KPK di Tulungagung: Terjeratnya Adik Bupati dan 12 Pejabat Daerah
Sumber gambar: liputan6.com

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melaksanakan operasi tangkap tangan (OTT) di Tulungagung, Jawa Timur, yang berhasil menangkap 13 orang, termasuk Bupati Gatut Sunu Wibowo dan adiknya. Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan pejabat daerah yang seharusnya menjaga integritas dalam menjalankan tugasnya.

OTT ini terjadi pada Senin, 23 Oktober 2023, sekitar pukul 14.00 WIB. KPK melakukan penangkapan setelah menerima laporan terkait dugaan praktik suap dalam proyek pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut. Menurut informasi, pihak yang diamankan termasuk sejumlah pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung.

Salah satu saksi yang berada di lokasi penangkapan mengungkapkan, "Mereka ditangkap saat sedang melakukan pertemuan terkait proyek yang sedang berlangsung." Dalam pertemuan tersebut, diduga terdapat tawar-menawar mengenai alokasi anggaran yang melibatkan sejumlah pihak. Hal ini menunjukkan adanya indikasi korupsi yang sistematis di kalangan pejabat daerah.

Pihak KPK menjelaskan bahwa penangkapan ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk memberantas korupsi di tingkat daerah yang semakin meresahkan masyarakat. Juru bicara KPK, Ali Fikri, menyatakan, "Kami akan terus mengawal semua pengaduan masyarakat terkait praktik korupsi dan akan memproses semua pihak yang terlibat." Penangkapan ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Setelah penangkapan, seluruh tersangka dibawa ke gedung KPK di Jakarta untuk proses lebih lanjut. Mereka akan menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap jaringan korupsi yang lebih luas. Pengacara yang mewakili beberapa pejabat yang ditangkap menyatakan bahwa mereka akan memberikan klarifikasi dan membuktikan bahwa kliennya tidak terlibat dalam praktik korupsi yang dituduhkan.

Operasi ini mendapatkan respons positif dari kalangan masyarakat, yang mengharapkan tindakan tegas terhadap para pelaku korupsi. Seorang warga Tulungagung, Ahmad, mengatakan, "Kami sudah lelah melihat para pejabat yang seharusnya melayani rakyat, malah terlibat dalam korupsi. Kami berharap ini bukan hanya seremonial, tetapi ada tindak lanjut yang nyata." Dengan demikian, kasus ini tidak hanya menjadi berita nasional, tetapi juga berpotensi membuka tabir tentang korupsi di daerah lain.

Ke depannya, KPK akan terus mendalami kasus ini dan melakukan penelusuran lebih lanjut untuk mengungkapkan dugaan korupsi yang lebih luas. Masyarakat juga diharapkan aktif melaporkan jika menemukan indikasi korupsi lainnya agar tindakan hukum bisa segera diambil. Kasus ini menjadi titik awal bagi penegakan hukum yang lebih baik di Indonesia.

Tidak ada tag untuk artikel ini

// Artikel Terkait