Sunday, 17 May 2026
Nasional

Solusi AHY Usai Kecelakaan KRL di Bekasi: Langkah-langkah Penting untuk Keselamatan Transportasi

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengemukakan solusi penting setelah insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, dalam pertemuannya deng...

H
Hanafi Syahputra
13 May 2026 9 pembaca
Solusi AHY Usai Kecelakaan KRL di Bekasi: Langkah-langkah Penting untuk Keselamatan Transportasi
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (12/5/2026) (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, mengungkapkan sejumlah langkah yang perlu diambil setelah terjadinya kecelakaan kereta api di Bekasi Timur baru-baru ini. Pernyataan ini disampaikan AHY dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 12 Mei 2026.

Dalam pertemuan tersebut, AHY didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, serta CEO Danantara, Rosan Roeslani. AHY menjelaskan bahwa mereka telah melaporkan perkembangan dan langkah-langkah taktis yang harus segera diimplementasikan setelah insiden kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur. "Tadi ada kami laporkan perkembangan dan langkah-langkah taktis solusi yang harus segera diambil, dan telah dilakukan sebetulnya, pasca terjadinya kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur," ungkap AHY kepada wartawan.

Pemasangan Palang Pintu dan Penutupan Titik Rawan

AHY menyebutkan bahwa terdapat 76 perlintasan sebidang di wilayah Jawa dan Sumatra yang memerlukan pemasangan palang pintu kereta, serta pembangunan flyover atau underpass. Ia menekankan pentingnya penutupan titik-titik rawan di jalur kereta api dan modernisasi sistem kereta untuk mencegah kecelakaan serupa. "Setelah kita identifikasi, maka ada kurang lebih 76 perlintasan sebidang yang ada di wilayah Jawa dan juga sebagian Sumatra, yang itu memang butuh segera dilakukan pembangunan, apakah itu palang pintu kereta maupun flyover atau underpass," jelasnya.

Lebih lanjut, AHY menambahkan, "Selebihnya kita lakukan penutupan titik-titik rawan dan kita juga ingin terus perbaiki sistem persinyalan dan modernisasi sistem kereta lainnya."

Komitmen untuk Keselamatan dan Konektivitas

AHY juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan keselamatan masyarakat saat menggunakan transportasi publik. Ia berharap bahwa peningkatan konektivitas antarwilayah dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. "Jadi semangatnya adalah untuk transportasi publik, keselamatan kita utamakan, dan pada akhirnya konektivitas antarwilayah juga bisa menghadirkan pertumbuhan dan peluang ekonomi lainnya," tuturnya.

Selain itu, AHY mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini sedang melakukan kajian dan evaluasi terkait pembangunan double-double track (DDT) atau jalur ganda kereta. Ia menyatakan bahwa pembangunan DDT merupakan proyek besar yang memerlukan waktu untuk diselesaikan. "Yang jelas memang kita juga sedang memikirkan pengembangan double-double track tersebut. Tetapi tentu butuh waktu untuk bisa merampungkan rencana besar pengembangan kereta, baik eksisting maupun pengembangan baru, dan reaktivasi dari rel-rel yang sudah selama ini tidak berfungsi," pungkas AHY.

// Artikel Terkait